kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.975   -38,00   -0,21%
  • IDX 5.881   136,55   2,38%
  • KOMPAS100 765   21,20   2,85%
  • LQ45 581   15,91   2,81%
  • ISSI 204   4,32   2,17%
  • IDX30 329   8,40   2,62%
  • IDXHIDIV20 404   9,87   2,50%
  • IDX80 87   2,32   2,75%
  • IDXV30 110   2,32   2,16%
  • IDXQ30 106   2,70   2,62%

Bursa Australia Naik Ditopang Saham Emas, Pelemahan Suncorp Batasi Penguatan


Jumat, 03 Juli 2026 / 08:44 WIB
Bursa Australia Naik Ditopang Saham Emas, Pelemahan Suncorp Batasi Penguatan
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026), ditopang lonjakan saham-saham emiten tambang emas setelah harga emas dunia naik menyusul data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Di sisi lain, saham perusahaan asuransi Suncorp justru tertekan setelah memangkas proyeksi pertumbuhan premi tahunannya.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan Jumat (3/7)

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,4% ke level 8.756,80 pada pukul 00.10 GMT, setelah sehari sebelumnya ditutup relatif datar. Indeks tersebut juga berada di jalur untuk mengakhiri pekan dengan kenaikan tipis.

Saham-saham sektor emas melonjak hingga 5,3%, mencatat kenaikan intraday terbesar sejak pertengahan Juni.

Penguatan tersebut sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang dipicu oleh data non-farm payrolls (NFP) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Data tersebut meredakan spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan segera kembali menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Pasar Asia Menanti Arah The Fed, Saham Bergerak Variatif usai Data Tenaga Kerja AS

Saham Catalyst Metals melonjak 11,9%, sementara Genesis Minerals naik 10,8% setelah kedua perusahaan melaporkan produksi emas tahun 2026 yang sesuai dengan target (guidance). Keduanya menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di indeks acuan Australia.

Sementara itu, saham Northern Star Resources sempat melesat hingga 7,9%, memperpanjang penguatan setelah perusahaan pada Kamis (2/7) mengumumkan penunjukan Suresh Vadnagra sebagai chief executive officer (CEO) baru.

Kenaikan saham-saham emas turut mendorong indeks sektor pertambangan naik 0,8%. Namun, penguatan tersebut tertahan oleh pelemahan saham produsen bijih besi.

Saham Fortescue turun 2,3% setelah China meminta sejumlah pabrik baja domestik untuk tidak menerima pengiriman beberapa produk bijih besi milik perusahaan tersebut di pelabuhan. Sementara itu, saham Rio Tinto melemah 1,1%.

Baca Juga: Pengadilan AS Wajibkan Sidang Jaminan bagi Migran yang Ditahan Lebih dari 90 Hari

Di sektor keuangan, saham Suncorp anjlok hingga 5,1%, menjadi penurunan intraday terbesar sejak Februari.

Pelemahan terjadi setelah perusahaan asuransi umum tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan premi bruto (gross written premium) tahun ini karena permintaan yang lebih lemah di Australia dan Selandia Baru.

Penurunan Suncorp mengimbangi kenaikan saham tiga dari empat bank terbesar Australia, sehingga indeks sektor keuangan bergerak relatif datar.

Di sisi lain, produsen uranium Boss Energy melonjak lebih dari 6% setelah berhasil memenuhi target produksi tahunan yang telah direvisi.

Sektor kesehatan dan barang konsumsi pokok juga mencatatkan penguatan, masing-masing naik 1,3% dan 0,9%.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 bergerak mendatar di level 13.578,23.




TERBARU

[X]
×