kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.890   8,00   0,05%
  • IDX 9.045   12,83   0,14%
  • KOMPAS100 1.251   2,88   0,23%
  • LQ45 887   4,54   0,51%
  • ISSI 329   -0,63   -0,19%
  • IDX30 451   2,39   0,53%
  • IDXHIDIV20 533   4,11   0,78%
  • IDX80 139   0,31   0,23%
  • IDXV30 147   0,25   0,17%
  • IDXQ30 145   1,09   0,75%

Bursa Australia Reli, Ditopang Saham Pertambangan yang Melonjak ke Rekor Tertinggi


Kamis, 15 Januari 2026 / 08:12 WIB
Bursa Australia Reli, Ditopang Saham Pertambangan yang Melonjak ke Rekor Tertinggi
ILUSTRASI. Indeks ASX 200 naik 0,4% di tengah sentimen defensif Wall Street. Kenaikan drastis saham pertambangan menjadi pendorong utama.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Bursa saham Australia menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada hari ini (15/1/2026), karena saham pertambangan melonjak ke rekor tertinggi berkat basis yang kuat dan harga logam mulia, meskipun posisi defensif di Wall Street semalam membebani sentimen.

Kamis (15/1/2026) pukul 07.30 WIB, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,4% menjadi 8.851,90. Indeks acuan naik 0,1% pada hari Rabu.

Saham AS berakhir melemah pada Rabu (14/1/2026) karena saham teknologi menurun dalam gelombang sentimen defensif, sementara saham perbankan memperpanjang kerugian setelah hasil kuartalan yang beragam.

Di Sydney, indeks saham perusahaan pertambangan besar naik 1,7%, mencapai rekor tertinggi untuk sesi ketiga berturut-turut.

Permintaan yang terus-menerus dari dana spekulatif membantu tembaga mencapai level tertinggi baru pada hari Rabu. Kontrak berjangka bijih besi juga sedikit naik setelah China melaporkan impor bulanan tertinggi sepanjang masa untuk bahan baku pembuatan baja dan ekspor baja yang mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Inflasi Grosir Jepang Melambat di Bulan Desember 2025, Ini Alasannya

Saham perusahaan pertambangan besar BHP dan Rio Tinto masing-masing naik 2,3% dan 1,5%, menjelang hasil produksi triwulanan mereka minggu depan. Perusahaan tambang tembaga Sandfire Resources naik 1,6% dan South32 melonjak 3,4%.

Produsen emas juga naik ke puncak baru, seiring dengan reli emas batangan yang memecahkan rekor karena aliran dana ke aset aman.

Saham sektor keuangan menekan indeks utama, turun 0,3%. Tiga dari empat bank besar mengalami penurunan antara 0,2% dan 0,8%, kecuali ANZ.

Sektor perbankan belum memiliki arah yang jelas dalam beberapa minggu terakhir, karena jalur suku bunga bank sentral masih belum jelas.

Data inflasi November yang lebih rendah telah mengurangi spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga Februari menjadi 20,9% dari sekitar 40% minggu lalu, meskipun kemungkinan tersebut tetap ada karena inflasi inti tetap di atas kisaran target bank sentral.

Meskipun kenaikan suku bunga dapat meningkatkan margin bank, hal itu juga berisiko mengurangi permintaan hipotek.

Baca Juga: Rekor Surplus US$ 1,189 Triliun: Siapa yang Paling Dirugikan China?

Di antara sektor lain, sektor kesehatan dan energi masing-masing naik 0,7% dan 0,3%, sementara sektor teknologi turun 1%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,6% menjadi 13,677.45 poin.

Selanjutnya: Waspada! 11 Wilayah Jatim Diprediksi Hujan Petir Berturut-turut

Menarik Dibaca: Masih Lanjut Melonjak, Simak Harga Emas Galeri 24 & UBS di Pegadaian Hari Ini (15/1)




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×