Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - BASRA. Staf asing di lapangan minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di Irak yang dioperasikan oleh perusahaan energi Inggris BP (BP.L), dievakuasi setelah dua drone yang belum diidentifikasi mendarat di dalam area lapangan pada Kamis, menurut tiga sumber di industri minyak Irak yang dikutip Reuters.
Seorang juru bicara BP menyatakan kepada Reuters, “Kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung mitra kami dan memastikan keselamatan staf kami.”
Dia menambahkan, “Kami terus menilai situasi, berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawab kami, dan akan menindaklanjuti secara langsung jika diperlukan perubahan tindakan.”
Baca Juga: Israel Gempur Teheran, Konflik AS–Iran Meluas dan Guncang Ekonomi Global
Selain itu, dua pejabat minyak Irak mengatakan kepada Reuters pada Selasa bahwa negara itu telah memangkas produksi minyak hampir 1,5 juta barel per hari (bph).
Mereka memperingatkan, pemotongan produksi ini bisa meningkat hingga lebih dari 3 juta bph dalam beberapa hari ke depan karena Irak kehabisan kapasitas penyimpanan dan tidak dapat mengekspor minyak mentah akibat konflik di Iran. Pada Januari, Irak memproduksi sekitar 4 juta bph.
Di lapangan minyak Rumaila, yang biasanya menghasilkan sekitar 1,4 juta bph, produksi telah dikurangi sebanyak 700.000 bph, menurut pejabat tersebut.













