Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BASRA. Pekerja asing dievakuasi dari ladang minyak raksasa Rumaila oilfield pada Kamis (5/3/2026) setelah dua drone tak dikenal mendarat di dalam area fasilitas tersebut. Informasi ini disampaikan oleh tiga sumber industri minyak Irak kepada Reuters.
Ladang minyak tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi Inggris BP bersama mitra lokal.
Juru bicara BP mengatakan perusahaan sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan para pekerja.
“Kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung mitra kami dan memastikan keselamatan staf kami,” ujar perwakilan BP.
Baca Juga: Uni Eropa Sepakati Target Pangkas Emisi 90% pada 2040
Perusahaan juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi serta berkomunikasi dengan para pekerja yang berada di bawah tanggung jawab mereka.
Insiden ini terjadi di tengah tekanan besar terhadap produksi minyak Irak akibat konflik regional yang berdampak pada ekspor energi negara tersebut.
Dua pejabat industri minyak Irak sebelumnya mengatakan negara itu telah mengurangi produksi hampir 1,5 juta barel per hari. Pengurangan tersebut bahkan dapat meningkat menjadi lebih dari 3 juta barel per hari dalam beberapa hari ke depan, karena kapasitas penyimpanan minyak hampir penuh dan ekspor terhambat oleh perang yang melibatkan Iran.
Sebagai perbandingan, produksi minyak Irak pada Januari mencapai sekitar 4 juta barel per hari.
Ladang Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, biasanya memproduksi sekitar 1,4 juta barel per hari. Namun para pejabat menyebut produksi di lokasi itu telah dipangkas sekitar 700.000 barel per hari akibat situasi keamanan dan logistik yang memburuk.
Hingga kini belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas kemunculan drone di area ladang minyak tersebut.













