Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - LONDON. Penerbangan di beberapa bandara Inggris mengalami penundaan pada hari Senin (21/9) akibat gangguan pada sistem kendali lalu lintas udara, demikian disampaikan oleh NATS, penyedia layanan kendali lalu lintas udara Inggris. Insiden ini terjadi kurang dari dua minggu setelah masalah terpisah sempat menghentikan penerbangan di seluruh negeri.
Bandara Manchester, Glasgow, dan Belfast mengalami penundaan yang menurut NATS terkait dengan masalah di pusat kendali Prestwick, Skotlandia, sementara itu, bandara London Gatwick dan London City menyatakan akan ada gangguan layanan.
Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander menyatakan bahwa masalah tersebut kini telah diperbaiki dan sistem kembali beroperasi.
Baca Juga: Paramount Skydance Capai Kesepakatan dengan California soal Merger Warner Bros
"Saya paham hal ini sangat menjengkelkan bagi para penumpang, terutama setelah masalah sebelumnya," ujarnya melalui platform X.
Ryanair, maskapai penerbangan terbesar di Eropa, menyatakan bahwa 25.000 penumpangnya terdampak penundaan akibat masalah hari Senin ini dan kembali mendesak Kepala Eksekutif NATS, Martin Rolfe untuk mundur dari jabatannya.
Maskapai pesaing, easyJet, membatalkan sejumlah penerbangan, sementara British Airways memperingatkan pelanggannya mengenai kemungkinan adanya gangguan pada hari Senin.
Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) menyatakan bahwa penumpang kemungkinan besar tidak berhak atas kompensasi untuk penundaan atau pembatalan yang disebabkan langsung oleh insiden ini, meskipun mereka menegaskan bahwa pihak maskapai tetap harus memberikan layanan dan perhatian kepada para penumpang.
Masalah baru penyebab penundaan
NATS menyatakan bahwa penundaan pada hari Senin disebabkan oleh masalah konektivitas yang tidak terkait dengan masalah dua minggu lalu.
Asal tahu saja, saat itu sekitar 2.000 penerbangan dibatalkan akibat kerusakan perangkat lunak yang berdampak pada ratusan ribu orang. Hingga pukul 08.58 GMT, tercatat ada 24 pembatalan penerbangan pada hari Senin.
"Bandara-bandara di wilayah selatan Manchester secara umum tidak terdampak; namun, penerbangan yang menuju ke utara dan penerbangan yang berangkat dari bandara-bandara di Skotlandia saat ini mengalami penundaan," demikian pernyataan NATS.
Gangguan layanan sebelumnya pada Agustus 2023 telah merugikan maskapai penerbangan sebesar 100 juta poundsterling (US$134 juta) dan menyebabkan kekacauan perjalanan.
EasyJet menyatakan bahwa gangguan hari Senin ini menyoroti kelemahan dalam sistem operator lalu lintas udara tersebut.
"Hal ini sekali lagi mempertanyakan ketahanan sistem NATS dan menunjukkan perlunya tindakan tegas untuk mencegah kegagalan berulang seperti ini," ungkap easyJet.
Baca Juga: Paus Leo Siapkan 50 Agenda dalam Lawatan 11 Hari ke Amerika Selatan














