Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - VATIKAN. Paus Leo akan menjalani salah satu lawatan luar negeri paling padat yang dilakukan seorang pemimpin Gereja Katolik dalam beberapa dekade terakhir.
Pada November 2026, ia dijadwalkan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru selama 11 hari.
Vatikan menyebut Paus Leo akan menghadiri sekitar 50 agenda dalam perjalanan yang berlangsung pada 6–17 November tersebut.
Ia akan menempuh perjalanan sekitar 31.000 kilometer dan mengunjungi 10 kota.
Dalam lawatan itu, Paus Leo dijadwalkan menyampaikan 36 pidato.
Baca Juga: Paus Leo Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat
Salah satu agenda pentingnya adalah pertemuan dengan Presiden Argentina Javier Milei, tokoh politik libertarian sayap kanan yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Paus Leo sebelumnya sempat menuai kritik dari Trump setelah menyampaikan kecaman terhadap perang Iran pada awal tahun ini.
Selain agenda kenegaraan, perjalanan tersebut juga memiliki makna khusus bagi Paus Leo yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat. Ia pernah menghabiskan puluhan tahun sebagai misionaris di Peru dan memiliki kewarganegaraan Peru.
Di Peru, Paus Leo dijadwalkan makan malam bersama para imam di Chiclayo. Kota di barat laut Peru itu memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidupnya karena ia pernah menjabat sebagai uskup Chiclayo pada 2015–2023.
Agenda lainnya mencakup kunjungan ke kompleks penjara federal di Buenos Aires, Argentina, serta misa di tempat ziarah Katolik terkenal di Lujan.
Sementara di Lima, Paus Leo akan menyampaikan pidato khusus mengenai tantangan dan harapan bagi masa depan masyarakat Peru.
Baca Juga: Paus Leo XIV Akan Kunjungi Prancis, Singgah ke UNESCO yang Terdampak Pemangkasan AS
Lawatan ke Amerika Selatan ini menjadi perjalanan luar negeri kelima Paus Leo sepanjang 2026.
Dengan usia 71 tahun dan kondisi kesehatan yang disebut baik, agenda tersebut menjadi salah satu perjalanan terpadat selama masa kepemimpinannya.
Paus Leo juga menjadi paus pertama yang mengunjungi Amerika Selatan sejak mendiang Paus Fransiskus melakukan perjalanan ke Chile dan Peru pada 2018.
Fransiskus yang berasal dari Argentina merupakan paus pertama dari benua Amerika, tetapi tidak pernah mengunjungi negara asalnya selama menjabat sebagai paus.
Fransiskus meninggal pada April 2025. Pada September 2024, ia menjalani salah satu perjalanan luar negeri terpanjangnya dengan mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura selama 12 hari.
Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Sikap Anti-Perang Usai Diserang Kritik Trump
Dalam perjalanan tersebut, Fransiskus menempuh hampir 33.000 kilometer dan menghadiri sekitar 30 agenda.
Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan rencana 50 agenda yang akan dijalani Paus Leo dalam lawatan Amerika Selatan pada November mendatang.














