Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Paus Leo akan melakukan perjalanan ke Prancis pada 25 hingga 28 September, demikian diumumkan Vatikan pada Sabtu (16/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Paus juga akan mendatangi kantor pusat UNESCO di Paris, yang saat ini menghadapi kekurangan anggaran setelah Amerika Serikat menarik diri dari lembaga tersebut tahun lalu.
Melansir Reuters, Paus pertama asal Amerika Serikat itu, yang menandai satu tahun memimpin Gereja Katolik dengan 1,4 miliar anggota pada 8 Mei, belakangan semakin padat menjalani agenda dan lebih vokal dalam pernyataan publik. Sikapnya itu memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump setelah Paus mengkritik perang Iran.
Keputusan Trump menarik Amerika Serikat dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) setelah kembali ke Gedung Putih mengakibatkan hilangnya sekitar 8% dari total anggaran lembaga tersebut, menurut pernyataan UNESCO.
Para uskup Prancis sebelumnya pada bulan ini mengatakan Paus kemungkinan akan berkunjung ke negara tersebut pada September, termasuk ke Paris dan Lourdes, lokasi tempat suci Katolik terkenal. Namun mereka tidak menyebut bahwa UNESCO akan menjadi bagian dari agenda perjalanan.
Selama lawatan itu, Leo juga diperkirakan akan memimpin misa di Katedral Notre-Dame di Paris, yang dibuka kembali pada 2024, lima tahun setelah kebakaran besar yang hampir membuat bangunan itu runtuh. UNESCO menetapkan katedral tersebut sebagai situs Warisan Dunia pada 1991.
Baca Juga: Kongo Konfirmasi Wabah Ebola Baru, 80 Orang Meninggal
Paus Asal AS dengan Akar Prancis
Perjalanan ke Prancis akan menjadi lawatan keempat Paus Leo ke luar Italia tahun ini, setelah tur ke empat negara Afrika, kunjungan ke Monako, serta rencana kunjungan ke Spanyol pada Juni, di mana Paus diperkirakan akan mendorong perlakuan yang lebih baik terhadap para migran yang masuk ke Eropa.
Vatikan mengatakan program kunjungan ke Prancis akan diumumkan lebih rinci di kemudian hari.
Paus Leo diperkirakan akan bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron selama perjalanan tersebut dan kemungkinan juga akan menyampaikan pidato di parlemen Prancis.
Paus terakhir yang melakukan kunjungan resmi ke Prancis adalah Benediktus XVI pada 2008. Paus Fransiskus, yang wafat pada April 2025 setelah 12 tahun memimpin Gereja, sempat mengunjungi wilayah Prancis sebanyak tiga kali namun tidak pernah melakukan kunjungan resmi ke negara itu.
Tonton: Rupiah Tertekan, Komisi XI DPR Minta BI & Pemerintah Gerak Cepat Cegah Inflasi Impor
Fransiskus melakukan perjalanan satu hari ke Strasbourg pada 2014 untuk berpidato di Parlemen Eropa dan Dewan Eropa, kunjungan dua hari ke Marseille pada 2023 untuk menghadiri konferensi, serta kunjungan satu hari ke Korsika pada 2024 untuk menemui umat Katolik di pulau Mediterania tersebut.
Leo, yang sebelumnya bernama Kardinal Robert Prevost, memiliki leluhur imigran Prancis di Amerika Serikat.
Tabel: Agenda Utama Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis (25-28 September 2026)
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu kunjungan | 25-28 September 2026 |
| Negara tujuan | Prancis |
| Lokasi yang dikunjungi | Paris (termasuk markas UNESCO) |
| Alasan UNESCO disorot | Kekurangan anggaran setelah AS keluar |
| Dampak keluarnya AS | Hilang sekitar 8% dari total anggaran UNESCO |
| Potensi agenda religius | Misa di Katedral Notre-Dame Paris |
| Status Notre-Dame | Dibuka kembali 2024 usai kebakaran besar |
| Status UNESCO untuk Notre-Dame | Situs Warisan Dunia sejak 1991 |
| Pertemuan politik | Berpotensi bertemu Presiden Emmanuel Macron |
| Agenda kenegaraan lain | Kemungkinan pidato di parlemen Prancis |
| Profil Paus | Paus pertama asal AS, memimpin sejak Mei 2025 |
| Kunjungan luar Italia 2026 | Afrika (4 negara), Monako, Spanyol (Juni), Prancis (September) |
| Kunjungan resmi terakhir Paus ke Prancis | Benediktus XVI (2008) |













