Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Meski gencatan senjata telah menghentikan serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai sejak 28 Februari, belum ada kesepakatan mengenai syarat untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang, mendorong harga minyak naik, memicu inflasi, dan memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.
Iran sejak perang dimulai telah memblokir sebagian besar pelayaran di kawasan Teluk melalui Selat Hormuz, kecuali kapal miliknya sendiri.
Bulan ini, Amerika Serikat mulai melakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran.
Data pelacakan kapal menunjukkan sedikitnya enam tanker yang membawa minyak Iran terpaksa kembali ke Iran dalam beberapa hari terakhir akibat blokade AS, menegaskan dampak besar perang terhadap lalu lintas pelayaran.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin mengecam penyitaan tanker terkait Iran oleh AS sebagai “legalisasi pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas,” dalam unggahan di X.com.
Sebelum perang, sekitar 125 hingga 140 kapal biasanya melintasi selat tersebut setiap hari. Namun, dalam sehari terakhir hanya tujuh kapal yang melintas, berdasarkan data Kpler dan analisis satelit SynMax. Tidak ada satu pun yang membawa minyak untuk pasar global.
Dengan tingkat persetujuan publik yang menurun, Trump menghadapi tekanan domestik untuk mengakhiri konflik yang tidak populer ini. Sementara itu, para pemimpin Iran, meski melemah secara militer, memiliki daya tawar besar karena mampu menghentikan pelayaran di selat tersebut yang biasanya mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia.
Tonton: 845 Sanksi Dalam 3 Bulan! Kepatuhan Emiten RI Disorot
Pertempuran Memanas di Lebanon
Pertempuran juga meningkat di Lebanon. Serangan Israel pada Minggu menewaskan 14 orang dan melukai 37 orang di wilayah selatan, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Itu menjadi hari paling mematikan sejak gencatan senjata yang dimediasi AS diumumkan pada pertengahan April.
Iran menyatakan tidak akan menggelar pembicaraan terkait konflik lebih luas jika gencatan senjata di Lebanon tidak bertahan. Israel sendiri menginvasi Lebanon pada Maret untuk mengejar kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang menembakkan serangan lintas perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran.
Israel dan Hizbullah saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan pemerintah Lebanon di Washington, yang baru saja diperpanjang pekan lalu.











