kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.915   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

FIFA Minta Maaf kepada 211 Asosiasi Anggota, Ada Apa?


Kamis, 06 Agustus 2026 / 07:28 WIB
FIFA Minta Maaf kepada 211 Asosiasi Anggota, Ada Apa?
ILUSTRASI. FIFA (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - FIFA meminta maaf kepada 211 asosiasi anggotanya atas kesalahan dalam penanganan proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menggelar rapat krisis bersama jajaran pimpinan organisasi di Rabat, Maroko, di tengah meningkatnya kritik terhadap kepemimpinannya.

Baca Juga: DBS Raup Laba Rekor S$3,08 Miliar pada Kuartal II, Naikkan Target 2026

Mengutip Reuters, Rabu (5/8/2026), rapat tersebut dihadiri Infantino, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, serta anggota dewan manajemen FIFA.

Dalam pernyataannya, FIFA menyebut pimpinan organisasi kembali menegaskan dukungan penuh kepada Infantino, tetapi mengakui bahwa proses penanganan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise seharusnya dilakukan dengan cara yang berbeda.

FIFA juga mengungkapkan telah mengirim surat kepada anggota Dewan FIFA dan seluruh 211 asosiasi anggota yang berisi permintaan maaf atas kesalahan tersebut sekaligus menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan.

Dengan dibatalkannya proposal tersebut, FIFA menegaskan tidak akan mentoleransi serangan terhadap integritas, tata kelola, maupun proses pengambilan keputusan organisasi, serta akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi reputasinya.

Krisis ini bermula setelah FIFA pekan lalu menarik proposal penjualan 20% saham pada entitas baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Baca Juga: Manulife Bukukan Pertumbuhan Laba, Umumkan Transaksi Reasuransi C$3,2 Miliar

Transaksi itu diperkirakan dapat menghimpun dana sekitar US$4,2 miliar untuk pengembangan sepak bola.

Namun, rencana tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk UEFA, yang menilai FIFA menjalankan tata kelola yang buruk dan tidak melakukan konsultasi yang memadai.

Proposal itu juga menjadi sorotan karena melibatkan perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Permintaan maaf FIFA menunjukkan pengakuan bahwa terdapat kekeliruan dalam proses penyusunan proposal tersebut.

Polemik ini menjadi tantangan terbesar bagi kepemimpinan Infantino sejak menjabat sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Baca Juga: Brasil Kembali Turunkan Suku Bunga 25 Bps, Inflasi Melandai Jadi Pertimbangan

Meski proposal telah dibatalkan, kritik terhadap Infantino belum mereda. UEFA bahkan menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinannya dan menuduh FIFA telah "menjual jiwa sepak bola."

Kondisi tersebut membayangi peluang Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan keempat dalam Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027.

Sejumlah federasi sepak bola Eropa telah menarik dukungannya terhadap Infantino. Kritik juga datang dari internal FIFA.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino setelah mengetahui para penasihat senior FIFA tidak dilibatkan dalam pembahasan proposal tersebut.

"Saya tidak memiliki kepercayaan kepada Tuan Infantino," ujar Carney kepada wartawan.

Baca Juga: Iran Berpotensi Kendalikan Kapal yang Masuk Selat Hormuz, Ingin Tarik Biaya hingga 7%

Menurutnya, kegagalan memberi tahu para eksekutif senior dan anggota dewan mengenai proposal sebesar itu merupakan kesalahan yang seharusnya berakibat fatal bagi seorang pemimpin.

Sementara itu, menurut dua sumber Reuters, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom mengirim memo internal kepada para staf yang menyayangkan rangkaian peristiwa yang menyebabkan proyek tersebut akhirnya dibatalkan secara permanen.

Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour sebelumnya juga menyebut para staf telah "dikelabui" terkait rencana tersebut dan menggambarkannya sebagai proyek yang digagas oleh satu orang.

Kontroversi ini turut memicu pengunduran diri penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro. Sementara Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengatakan dirinya tidak terlibat dalam penyusunan proposal tersebut dan menilai pembatalannya merupakan keputusan yang "mutlak diperlukan."

Legenda sepak bola Portugal Luis Figo bahkan mendesak Infantino mengundurkan diri. Wakil Presiden UEFA Laura McAllister juga menilai kontroversi tersebut telah membawa kepemimpinan Presiden FIFA ke titik krisis.

Baca Juga: Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Meski menghadapi tekanan, Infantino masih memperoleh dukungan dari sejumlah negara. Asosiasi sepak bola Maroko, yang akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030, menyatakan tetap mendukungnya. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, Indonesia, dan Filipina.

Di sisi lain, European Leagues yang mewakili lebih dari 1.300 klub di Eropa menegaskan FIFA tidak boleh lagi mengambil keputusan sepihak yang berdampak terhadap klub, pemain, dan suporter.

Organisasi tersebut juga mengkritik tenggat waktu hanya empat pekan yang diberikan FIFA untuk mengkaji rencana perluasan jumlah peserta Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim.

Sesuai aturan FIFA, Kongres Luar Biasa dapat digelar apabila sedikitnya 43 asosiasi anggota mengajukan permintaan resmi secara tertulis.

Meski tekanan terhadap Infantino semakin besar, hingga kini belum muncul kandidat kuat yang diperkirakan akan menantangnya pada pemilihan Presiden FIFA tahun depan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×