kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.895   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.169   -24,29   -0,39%
  • KOMPAS100 794   -1,76   -0,22%
  • LQ45 608   -0,60   -0,10%
  • ISSI 216   -1,26   -0,58%
  • IDX30 337   -0,49   -0,15%
  • IDXHIDIV20 431   -0,01   0,00%
  • IDX80 91   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 117   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 110   0,11   0,10%

Bursa Australia Melemah Rabu (7/10), Saham Bank dan Tambang Tertekan


Rabu, 07 Oktober 2026 / 08:47 WIB
Bursa Australia Melemah Rabu (7/10), Saham Bank dan Tambang Tertekan
ILUSTRASI. Bursa Australia - ASX (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah tipis pada perdagangan Rabu (7/10/2026), tertekan penurunan saham perbankan dan pertambangan. Sentimen pasar juga terbebani oleh merosotnya kepercayaan konsumen Australia pada Oktober.

Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,3% menjadi 8.710,00 pada pukul 00.28 GMT. Sehari sebelumnya, indeks acuan tersebut ditutup menguat 0,6%.

Survei Westpac-Melbourne Institute menunjukkan, sentimen konsumen Australia turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Oktober.

Baca Juga: JD Vance: Iran Harus Pangkas Pengayaan Uranium untuk Akhiri Perang

Kenaikan biaya pinjaman setelah pengetatan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) semakin menekan kondisi keuangan rumah tangga dan memperburuk tekanan biaya hidup.

"Ketika harga minyak berada di atas US$100 dan imbal hasil obligasi jangka panjang mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade, lingkungan makro secara keseluruhan masih ketat," ujar Tapas Strickland, chief market strategist Moomoo Australia and New Zealand.

"Ujian utama bagi investor Australia adalah apakah momentum global dapat meluas sebelum tekanan terhadap rumah tangga mulai berdampak pada laba perusahaan," lanjutnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang RBA mempertahankan suku bunga pada pertemuan November mencapai 75,7%. Sementara peluang kenaikan suku bunga kembali berada di 24,3%.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada risalah pertemuan terakhir RBA yang akan dirilis pekan depan untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Australia.

Baca Juga: Paramount Rampungkan Akuisisi Warner Bros US$110 Miliar, Lahir Raksasa Baru Skydance

Saham Bank dan Tambang Tertekan

Saham sektor perbankan turun 0,3% setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Keempat bank besar Australia atau "Big Four" seluruhnya diperdagangkan di zona merah.

Saham pertambangan juga melemah tipis. Dua perusahaan tambang besar, BHP Group dan Rio Tinto, masing-masing turun 0,5%.

Namun, pelemahan pasar tertahan oleh kenaikan saham emas dan energi. Indeks saham perusahaan tambang emas melonjak 1,9% dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan harian terbaik dalam sepekan, seiring kenaikan harga emas dunia.

Saham Evolution Mining naik 1,6%, sedangkan Northern Star Resources menguat 2,4%.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan Melemah Rabu (7/10) Pagi, Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

Saham sektor energi juga naik 0,2%. Saham Woodside Energy dan Santos masing-masing menguat 0,5%.

Sementara itu, saham teknologi naik 0,3%, mengikuti rekor penutupan Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Saham sektor kesehatan juga menguat 0,5%, sedangkan saham properti bergerak datar.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 bergerak stabil di level 13.708,07.




TERBARU

[X]
×