kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.863   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.467   17,59   0,27%
  • KOMPAS100 832   1,42   0,17%
  • LQ45 633   1,99   0,31%
  • ISSI 228   0,69   0,30%
  • IDX30 354   1,36   0,38%
  • IDXHIDIV20 430   1,69   0,39%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 120   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,40   0,36%

Bursa Australia Tertekan Rabu (19/8), Saham Bank dan Emas Jadi Beban


Rabu, 19 Agustus 2026 / 08:56 WIB
Bursa Australia Tertekan Rabu (19/8), Saham Bank dan Emas Jadi Beban
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia kembali melemah pada perdagangan Rabu (19/8/2026), tertekan penurunan saham perbankan dan emiten tambang emas.

Investor juga mencermati serangkaian laporan kinerja perusahaan, termasuk Santos dan Whitehaven Coal.

Baca Juga: China Makin Dekat dengan SpaceX, LandSpace Sukses Kembangkan Roket Reusable

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,3% menjadi 9.043 poin pada pukul 01.07 GMT. Jika bertahan hingga penutupan, indeks acuan tersebut akan mencatatkan penurunan selama enam sesi perdagangan berturut-turut.

Sektor keuangan menjadi salah satu pemberat utama dengan penurunan 1,1% dan berpotensi mencatatkan pelemahan selama empat sesi beruntun.

Seluruh bank besar Australia atau Big Four berada di zona merah, dengan penurunan saham berkisar 0,6% hingga 2,3%.

Saham-saham pertambangan emas juga tertekan, turun 2,8% mengikuti pelemahan harga emas di pasar global. Saham Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing turun lebih dari 1,5%.

Sektor teknologi turut melemah hingga 1,3%, mengikuti aksi jual saham teknologi di Wall Street.

Baca Juga: Amazon Jadi Sorotan karena Hancurkan Buku Langka untuk Melatih AI

Saham Energi Menguat

Di tengah tekanan pasar, sektor energi justru bergerak positif dengan kenaikan hingga 1,1% dan mencapai level tertinggi sejak awal Mei.

Saham produsen minyak dan gas Santos naik hingga 3,5% dan mencapai level tertinggi sejak Juni 2022.

Kenaikan terjadi setelah perusahaan melaporkan penurunan laba semester pertama yang lebih kecil dari perkiraan serta memproyeksikan peningkatan produksi pada paruh kedua tahun ini.

Santos menjadi saham dengan kenaikan terbesar di indeks sektor energi.

Sebaliknya, saham Whitehaven Coal turun hingga 4,9%. Penurunan terjadi setelah perusahaan tambang batubara independen terbesar di Australia tersebut membukukan penurunan laba tahunan sebesar 29%.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan Dekati Level Terendah Multi-Bulan, Pasar Tunggu Risalah The Fed

Stockland Melonjak 16%

Sementara itu, saham perusahaan properti terdiversifikasi Stockland Corporation menjadi salah satu penggerak positif utama di bursa Australia.

Saham Stockland melonjak hingga 16,1% setelah perusahaan melaporkan kenaikan laba bersih tahunan sebesar 20,2%.

Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik 0,2% menjadi 13.896,68.

Saham Fletcher Building juga menguat hingga 6,4% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Kenaikan terjadi setelah perusahaan konstruksi tersebut kembali membukukan laba, ditopang hasil divestasi divisi konstruksi serta sejumlah unit bisnis non-inti.

Baca Juga: Latihan Militer AS-Korsel Dipangkas Separuh Usai Perintah Trump, Ada Apa?


Video Terkait



TERBARU

[X]
×