kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.876   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.447   -2,34   -0,04%
  • KOMPAS100 831   0,75   0,09%
  • LQ45 633   1,49   0,24%
  • ISSI 226   -0,65   -0,29%
  • IDX30 354   1,10   0,31%
  • IDXHIDIV20 430   1,47   0,34%
  • IDX80 95   0,10   0,10%
  • IDXV30 120   0,21   0,17%
  • IDXQ30 112   0,29   0,26%

Amazon Jadi Sorotan karena Hancurkan Buku Langka untuk Melatih AI


Rabu, 19 Agustus 2026 / 08:44 WIB
Amazon Jadi Sorotan karena Hancurkan Buku Langka untuk Melatih AI
ILUSTRASI. Amazon (REUTERS/Damien Eagers)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Amazon disebut membeli buku langka dalam jumlah besar, memindai isinya untuk mendapatkan data pelatihan kecerdasan buatan (AI), kemudian menghancurkan buku fisiknya.

Temuan tersebut diungkap dalam investigasi 404 Media. Laporan itu bermula dari meningkatnya penjualan buku langka yang membuat seorang penjual buku mencurigai adanya pembeli dalam jumlah besar dari perusahaan teknologi.

Apple Insider melaporkan, untuk melacak tujuan buku-buku tersebut, penjual menyetujui pemasangan AirTag pada salah satu buku dari pesanan sekitar 1.000 buku.

Buku tersebut dikirim dari California menuju Milwaukee, kemudian ke Grand Junction, Colorado, sebelum akhirnya tiba di Las Vegas, Nevada. Tujuan akhirnya adalah fasilitas Amazon yang dikenal sebagai LAS8.

LAS8 biasanya digunakan sebagai fasilitas penjualan buku print-on-demand. Namun, menurut investigasi 404 Media, bagian utara fasilitas tersebut memiliki operasi berbeda dengan nama VGT3.

Di lokasi itu, buku diterima dan diproses dengan cara memotong bagian punggung buku. Halaman kemudian dimasukkan ke mesin pemindai untuk diubah menjadi data.

Baca Juga: Konsorsium Jeff Bezos Akuisisi 38% Saham Liverpool, Nilainya Capai Rp55 Triliun

Data Buku Dipakai untuk Melatih AI

Berbeda dari digitalisasi buku pada umumnya, hasil pemindaian tersebut disebut tidak dibuat menjadi PDF yang dapat dibaca manusia. Data tersebut digunakan untuk kebutuhan pelatihan AI.

Amazon sendiri tidak membantah membeli buku melalui jalur komersial.

Kepada 404 Media, juru bicara Amazon mengatakan perusahaan "membeli buku melalui saluran komersial untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan produk serta layanan yang digunakan pelanggan."

Namun, Amazon tidak menjelaskan secara terbuka model AI apa yang menggunakan hasil pemindaian tersebut.

Buku fisik menjadi sumber data yang menarik bagi perusahaan AI karena banyak informasi di dalamnya belum tersedia dalam bentuk digital.

Data tersebut juga dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan pada konten yang sudah tersedia di internet.

Baca Juga: Australia Gugat Unit Amazon Atas Dugaan Pelanggaran di Prime Video

Amazon Bukan yang Pertama

Sebelumnya, Anthropic juga diketahui membeli dan memindai jutaan buku.

Dokumen internal yang terungkap dalam proses hukum menunjukkan proyek Anthropic tersebut bertujuan melakukan pemindaian buku secara destruktif untuk memasok data ke model AI mereka.

Praktik membeli buku, memindainya, lalu membuang salinan fisiknya juga telah menjadi bagian dari perdebatan mengenai hak cipta dan penggunaan karya manusia untuk melatih AI.

Praktik tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena buku-buku yang sulit ditemukan atau sangat langka berpotensi hilang secara fisik setelah dipindai.

Dengan kebutuhan data AI yang terus meningkat, perburuan terhadap sumber informasi yang belum terdigitalisasi diperkirakan masih akan berlanjut.

Baca Juga: Harga Saham Melesat, Amazon Masuk Klub Saham Kapitalisasi Pasar US$ 3 Triliun




TERBARU

[X]
×