kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Meta Genjot AI, Karyawan Dipantau


Rabu, 22 April 2026 / 16:53 WIB
Meta Genjot AI, Karyawan Dipantau
ILUSTRASI. Meta melakukan pembaharuan IG Reels (Dok/Meta)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Meta Platforms (META) meningkatkan upaya pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan memasang perangkat lunak pelacakan pada komputer karyawan yang berbasis di Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, Selasa (22/4), perangkat lunak ini dirancang untuk merekam aktivitas pengguna seperti pergerakan mouse, klik, hingga penekanan tombol keyboard. Data tersebut akan digunakan untuk melatih model AI milik perusahaan.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif besar Meta dalam membangun agen AI yang mampu menjalankan berbagai tugas kerja secara mandiri. Dalam memo internal yang dikutip Reuters, disebutkan bahwa program ini menjadi fondasi untuk menciptakan sistem AI yang lebih adaptif terhadap perilaku manusia saat menggunakan komputer.

Alat yang diberi nama Model Capability Initiative tersebut akan berjalan di berbagai aplikasi dan situs kerja. Selain itu, sistem ini juga akan sesekali mengambil tangkapan layar dari aktivitas pengguna guna memperkaya data pelatihan model.

Baca Juga: Chery Bidik Produksi EV di Eropa

Upaya ini difokuskan untuk menutup kesenjangan kemampuan AI, khususnya dalam meniru interaksi manusia yang dinilai masih kompleks, seperti memilih menu dropdown atau menggunakan kombinasi tombol pintasan.

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, dalam memo terpisah menyatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan pengumpulan data internal sebagai bagian dari strategi "AI for Work" yang kini berganti nama menjadi Agent Transformation Accelerator (ATA).

“Jika kami ingin membangun agen yang membantu pekerjaan sehari-hari, model kami harus memahami bagaimana manusia benar-benar menggunakan komputer,” ujar perwakilan Meta, menekankan bahwa perusahaan telah menyiapkan perlindungan untuk menjaga data sensitif dan memastikan penggunaannya terbatas pada pelatihan AI.

Di sisi lain, langkah ini mencerminkan tren global di industri teknologi yang semakin agresif mengadopsi AI untuk menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia. Sejumlah perusahaan bahkan mulai menjadikan AI sebagai alasan efisiensi, termasuk dalam kebijakan pengurangan tenaga kerja.

Meta sendiri dilaporkan tengah bersiap memangkas sekitar 10% tenaga kerja global mulai 20 Mei mendatang, dengan potensi tambahan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga akhir tahun.

Baca Juga: Vodafone Bidik UMKM dengan AI dan Keamanan Siber




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×