kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Chery Bidik Produksi EV di Eropa


Rabu, 22 April 2026 / 16:38 WIB
Chery Bidik Produksi EV di Eropa
ILUSTRASI. Mobil China Chery (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - WUHU. Produsen otomotif asal China, Chery, semakin serius menggarap pasar Eropa. Terbaru, perusahaan ini berencana memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berukuran kecil langsung di kawasan tersebut, dengan menyasar konsumen lokal.

Direktur Chery Prancis, Yanbang Yu, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan produk yang benar-benar sesuai dengan selera pasar setempat. “Kami ingin membangun mobil Prancis untuk orang Prancis,” ujarnya seperti yang dilansir Reuters (22/4).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Chery yang selama ini dikenal sebagai eksportir otomotif terbesar dari China. Dari total produksi 2,8 juta unit kendaraan tahun lalu, sekitar separuhnya dipasarkan ke luar negeri. Meski demikian, penetrasi Chery di Eropa masih tergolong baru dan tertinggal dari pesaingnya, SAIC Motor, yang lebih dulu agresif melalui merek MG.

Untuk mengejar ketertinggalan, Chery memperkuat jaringan distribusi dua mereknya, yakni Jaecoo dan Omoda, yang baru diluncurkan di Prancis bulan ini. Selain itu, perusahaan juga akan membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Paris guna merancang mobil kota berukuran kecil yang sesuai dengan preferensi konsumen Eropa.

Baca Juga: Vodafone Bidik UMKM dengan AI dan Keamanan Siber

Direktur Komersial Chery Prancis, Lionel French Keogh, menilai Prancis merupakan pasar potensial untuk kendaraan kecil. Dengan desain yang dikembangkan langsung di dalam negeri, Chery berharap dapat meningkatkan daya saing produknya. “Kami ingin memahami selera konsumen Prancis dan menghadirkan desain yang ringkas namun menarik,” jelasnya.

Di sisi produksi, Chery juga telah memulai perakitan mobil hybrid di Spanyol dengan memanfaatkan bekas pabrik Nissan, yang kini digunakan untuk memproduksi kendaraan bermerek Ebro. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi mencapai 200.000 unit per tahun dalam tiga tahun ke depan.

Ke depan, Chery juga membuka peluang untuk mengakuisisi fasilitas manufaktur lain di Eropa. Langkah ini sejalan dengan tren produsen otomotif China yang mulai membangun basis produksi di kawasan tersebut, termasuk di Spanyol dan Hungaria, guna menghindari tarif Uni Eropa terhadap kendaraan impor serta memperkuat posisi di pasar global.

Baca Juga: Pasokan Minyak Jerman Terancam: Kazakhstan Hentikan Ekspor Mei 2026




TERBARU

[X]
×