Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - ASTANA. Menteri Energi Kazakhstan mengatakan bahwa tidak ada minyak dari Kazakhstan yang dijadwalkan mengalir melalui pipa Druzhba Rusia ke Jerman pada bulan Mei 2026. Hal tersebut terjadi karena gangguan yang menurutnya kemungkinan disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak Ukraina.
Rabu (22/4/2026), Menteri Energi Kazakhstan Erlan Akkenzhenov mengatakan, Rusia secara informal telah memberi tahu Kazakhstan bahwa mereka tidak memiliki kapasitas teknis untuk mengirim minyak Kazakhstan ke Jerman, dan bahwa ekspor akan dilanjutkan setelah kapasitas tersebut dipulihkan.
Namun, dia tidak memberikan detail yang lebih spesifik.
"Segera setelah masalah mengenai kelayakan teknis diselesaikan, transit minyak Kazakhstan akan dilanjutkan," katanya, saat menghadiri KTT Lingkungan di ibu kota Kazakhstan, Astana.
Baca Juga: Tekan Milisi Pro-Iran, Trump Memblokir Pengiman uang Dolar AS ke Irak
"Kemungkinan besar, ini terkait dengan serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur Rusia," lanjut Erlan.
Kazakhstan mengekspor sekitar 2 juta ton minyak ke Jerman pada tahun 2025, atau lebih dari 40.000 barel per hari. Ekspor mengalir ke kilang PCK, yang memasok Berlin.
Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa Rusia akan menghentikan ekspor minyak dari Kazakhstan ke Jerman melalui pipa Druzhba mulai 1 Mei.
Akkenzhenov menambahkan, Kazakhstan tidak akan mengurangi produksi minyak sebagai akibat dari penghentian ekspor ke Jerman, dan bahwa Konsorsium Pipa Kaspia, yang melaluinya sebagian besar ekspor minyak Kazakhstan dikirim melalui Rusia, beroperasi seperti biasa.












