Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Regulator persaingan usaha Australia mengatakan telah membawa unit usaha Amazon di Australia ke pengadilan, dengan tuduhan kontrak langganan Prime berisi ketentuan tidak adil yang memungkinkan perusahaan menambahkan iklan ke platform streaming videonya.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) menuduh bahwa di periode November 2023 hingga Agustus 2025, Amazon Australia menggunakan persyaratan kontrak Prime Video yang tidak adil untuk membuat perubahan negatif bagi lebih dari 1 juta pelanggan tahunan tanpa menawarkan kompensasi.
“Kami menuduh Amazon AU memasukkan beberapa persyaratan yang tidak adil dalam kontraknya dengan pelanggan Prime tahunan Australia, dan kemudian mengandalkan beberapa persyaratan ini untuk menampilkan iklan ke Amazon Prime Video,” kata Ketua ACCC Gina Cass-Gottlieb seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/6/2026).
Setelah Juli 2024, pelanggan yang ingin mempertahankan streaming bebas iklan harus membayar tambahan A$2,99 per bulan.
Baca Juga: AS Pimpin Peningkatan Emisi Karbon Global di Tahun 2025, Ini Penyebabnya
Hal ini terjadi meskipun pelanggan tahunan telah membayar dimuka sebesar A$79 atau setara US$ 54,40 untuk layanan ini, ACCC menambahkan dalam pernyataannya.
Regulator juga menuduh bahwa Amazon.com Services LLC secara sadar prihatin dengan perilaku unit Australia tersebut, dan menambahkan bahwa Amazon.com Services LLC terlibat dalam penyusunan kontrak Australia yang berisi ketentuan tersebut.
ACCC sedang meminta deklarasi, denda, ganti rugi konsumen, biaya dan perintah lainnya.
Dalam tanggapan email kepada Reuters, juru bicara Amazon Australia mengatakan perusahaan tersebut "meninjau kasus yang diajukan oleh ACCC secara secara rinci" dan telah bekerja sama dengan regulator selama penyelidikan.
ACCC menyelidiki kontrak unit lokal Amazon setelah menerima laporan konsumen tentang pengenalan iklan ke Prime Video pada tahun 2024, menurut pernyataannya.














