Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak turun tipis pada Selasa (11/8/2026) setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu, saat para analis menilai tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan antara Oman dan Iran mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz, di tengah berlanjutnya gangguan pada aliran energi Timur Tengah.
Mengutip Reuters, Selasa (11/8/2026), kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 50 sen, atau 0,57%, menjadi US$ 87,22 per barel pada pukul 13.17 GMT. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 36 sen, atau 0,44%, menjadi US$ 81,77.
Kedua harga acuan tersebut sempat mencapai level tertinggi sejak 31 Juli pada sesi perdagangan sebelumnya, dengan Brent naik hingga US$ 90,03 per barel dan WTI menyentuh angka US$ 84,61.
Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (11/8), Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Arah The Fed
Pembicaraan antara Oman dan Iran mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz kini berada pada tahap lanjut, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.
"Setiap tanda de-eskalasi atau tanda-tanda adanya kesepakatan tentu merupakan kabar baik bagi aset berisiko dan kabar buruk bagi harga minyak. Namun, saat ini semuanya baru sebatas pembicaraan. Semuanya baru sebatas berita utama. Belum ada kemajuan yang berarti," ujar Fawad Razaqzada, analis di City Index dan FOREX.com.
Kedua kontrak tersebut sempat melonjak lebih dari 5% pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump menanggapi syarat Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri agar Iran membayar kompensasi bagi korban tewas dalam perang, serangan, dan protes; hal ini kemungkinan akan mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Saya tidak melihat harga minyak akan turun di bawah US$ 80 dalam waktu dekat, kecuali ada pengumuman mengejutkan mengenai kesepakatan yang membuka kembali Selat Hormuz, karena pasar minyak sedang mengalami pengetatan pasokan," tambah Razaqzada.
Risiko Geopolitik Berlanjut
Data pelayaran menunjukkan bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz turun menjadi enam kapal pada hari Senin, dibandingkan dengan rata-rata 10 hari sebelumnya yang mencapai sekitar 11 kapal.
Dalam sebuah catatan pada hari Senin, analis Barclays menyatakan bahwa ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz rata-rata mencapai 3 juta barel per hari (bpd) pada pekan yang berakhir 7 Agustus, turun dari 4,4 juta bpd pada pekan sebelumnya.
Sebelum konflik Iran bermula pada akhir Februari, sekitar seperlima dari pasokan harian minyak dan gas alam cair (LNG) global melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Kopi Arabika Meroket Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 3 Pekan
Sebuah kapal kargo kecil diserang oleh kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran di Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa, menewaskan tiga awak kapal; demikian disampaikan oleh dua sumber penjaga pantai Yaman dan dua pejabat militer pemerintah.
Sebuah helikopter militer AS melepaskan tembakan ke arah kemudi kapal berbendera Panama setelah awak kapal tersebut mengabaikan peringatan dari personel yang bertugas menegakkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, lapor Wall Street Journal pada hari Selasa dengan mengutip seorang pejabat AS.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
