Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Amazon berencana melakukan gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK) pekan depan sebagai bagian dari upaya memangkas sekitar 30.000 karyawan korporasi, menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut dilansir Reuters Kamis (22/1/2026).
Pada Oktober lalu, Amazon telah memangkas sekitar 14.000 pekerja kerah putih, atau sekitar setengah dari target 30.000 karyawan yang pertama kali dilaporkan Reuters.
Jumlah PHK pada tahap kali ini diperkirakan kurang lebih sama dengan tahun lalu dan dapat dimulai paling cepat pada Selasa, kata para sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang membahas rencana internal perusahaan.
Baca Juga: Microsoft 365 Sempat Down, Ribuan Pengguna Terdampak
Juru bicara Amazon menolak memberikan komentar.
Posisi pekerjaan di unit Amazon Web Services (AWS), ritel, Prime Video, serta divisi sumber daya manusia yang dikenal sebagai People Experience and Technology disebut akan terdampak, meski cakupan pastinya masih belum jelas.
Para sumber juga mengingatkan bahwa rincian rencana Amazon masih dapat berubah.
PHK Sebelumnya Dikaitkan dengan AI
Amazon sebelumnya mengaitkan gelombang PHK Oktober dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Dalam surat internal, perusahaan menyebut bahwa “generasi AI saat ini adalah teknologi paling transformatif yang pernah kami lihat sejak internet, dan memungkinkan perusahaan berinovasi jauh lebih cepat.”
Baca Juga: Harga Minyak Turun 2% Kamis (22/1), Trump Redam Ancaman terhadap Greenland dan Iran
Namun, CEO Amazon Andy Jassy kemudian mengatakan kepada analis dalam paparan kinerja kuartal III bahwa pengurangan karyawan tersebut “sebenarnya tidak didorong oleh faktor keuangan dan bahkan tidak sepenuhnya didorong oleh AI.”
Menurutnya, penyebab utama adalah budaya perusahaan, yakni birokrasi yang terlalu tebal.
“Pada akhirnya Anda memiliki lebih banyak orang dibanding sebelumnya, dan lapisan organisasi yang jauh lebih banyak,” ujar Jassy.
Ia juga mengatakan pada awal 2025 bahwa jumlah tenaga kerja korporasi Amazon diperkirakan akan menyusut seiring waktu berkat efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan AI.
Perusahaan-perusahaan global kini semakin memanfaatkan AI untuk menulis kode perangkat lunak dan mengadopsi agen AI yang mengotomatisasi tugas-tugas rutin, demi menghemat biaya dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Amazon sendiri memamerkan model AI terbarunya dalam konferensi tahunan komputasi awan AWS pada Desember lalu.
Baca Juga: Emas Tembus US$4.900 per Ons, Perak dan Platinum Lanjutkan Reli Rekor
Pemangkasan total 30.000 posisi ini hanya mencakup sebagian kecil dari total 1,58 juta karyawan Amazon secara global, namun hampir 10% dari tenaga kerja korporasi perusahaan. Mayoritas karyawan Amazon bekerja di pusat pemenuhan pesanan dan gudang.
Jika terealisasi, ini akan menjadi PHK terbesar dalam sejarah Amazon yang telah berusia tiga dekade. Sebelumnya, Amazon memangkas sekitar 27.000 pekerjaan pada 2022.
Para karyawan yang terdampak PHK pada Oktober lalu diberi waktu 90 hari tetap berada dalam daftar gaji, sambil diberi kesempatan melamar posisi internal atau mencari pekerjaan lain. Masa tersebut akan berakhir pada Senin.













