kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Harga Tembaga Menguat ke US$14.577 Senin (21/9), Permintaan China Jadi Penopang


Senin, 21 September 2026 / 14:58 WIB
Harga Tembaga Menguat ke US$14.577 Senin (21/9), Permintaan China Jadi Penopang
ILUSTRASI. Harga Tembaga (REUTERS/Ivan Alvarado)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga tembaga bergerak menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026), ditopang optimisme terhadap permintaan dari China serta meredanya ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pekan lalu.

Melansir Reuters, harga tembaga berjangka tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,38% menjadi US$14.577 per metrik ton pada pukul 07.00 GMT. Harga sebelumnya sempat menyentuh US$14.644,5 per ton, level tertinggi sejak 10 September.

Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan naik 0,59% menjadi 110.180 yuan atau sekitar US$16.455,83 per ton.

Baca Juga: Bursa Australia Flat Senin (21/9), Saham Bank Menguat Jelang Kenaikan Suku Bunga RBA

Analis broker China Everbright Futures mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed telah menghapus salah satu sumber ketidakpastian terbesar dalam jangka pendek bagi pasar tembaga.

"Ketatnya pasokan dari sisi tambang dan persediaan tembaga domestik China yang sangat rendah masih menjadi penopang harga," tulis analis Everbright Futures dalam catatan riset, Senin.

Kenaikan suku bunga biasanya dapat memberikan tekanan terhadap komoditas yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi seperti tembaga karena berpotensi menekan aktivitas ekonomi dan permintaan.

Namun, kondisi permintaan di China sebagai konsumen tembaga terbesar dunia masih memberikan dukungan terhadap harga.

Indikator permintaan tembaga impor China, Yangshan copper premium, tercatat US$124 per ton pada akhir pekan lalu. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam hampir empat tahun.

Ekspektasi pengisian kembali persediaan atau restocking menjelang libur National Day China pekan depan juga turut menopang harga tembaga.

Baca Juga: ASX Rombak Manajemen, Percepat Transformasi Teknologi Bursa Australia

Pasokan ketat jadi penopang

Kondisi pasar tembaga saat ini juga dipengaruhi keterbatasan pasokan dari sisi tambang. Persediaan domestik China yang berada pada level sangat rendah membuat ruang penurunan harga relatif terbatas ketika permintaan tetap kuat.

Di sisi lain, perkembangan konflik AS-Iran masih menjadi risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan meski AS dan Iran kembali saling melontarkan ancaman pada Minggu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan berada di New York pekan ini.

Baca Juga: Kasus Gagal Bayar Reksadana Guncang Turki, Ini yang Dilakukan Otoritas Pasar Modal

Konflik tersebut sebelumnya turut menekan harga tembaga karena kekhawatiran bahwa ketegangan geopolitik dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi permintaan komoditas industri.

Pergerakan logam dasar lainnya di LME bervariasi. Aluminium turun 0,49%, zinc naik 0,27%, timbal menguat 0,18%, nikel naik 0,45%, sedangkan timah bertambah 0,19%.

Di SHFE, aluminium turun 0,68%, zinc naik 0,51%, timbal menguat 0,71%, nikel turun tipis 0,11%, sementara timah naik 0,9%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×