Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pertumbuhan ekonomi Jepang hanya 0,2% pada kuartal IV-2025. Berdasarkan data pemerintah yang dirilis Senin (16/2/2026), ekonomi Jepan di periode Oktober-Desember 2025 kembali tumbuh karena investasi perusahaan hanya sedikit membalikkan penurunan sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak negatif dari tarif Amerika Serikat (AS) perlahan memudar, memberikan alasan bagi Bank Sentral Jepang untuk tetap berhati-hati dan percaya diri karena terus menaikkan suku bunga untuk menormalkan kebijakan moneter.
Setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi juga bersiap untuk meningkatkan investasi melalui pengeluaran publik yang ditargetkan di sektor-sektor yang dianggap vital bagi keamanan ekonomi.
Namun, peningkatan produk domestik bruto (PDB) lebih rendah dari perkiraan median pasar, sebesar 1,6% dalam jajak pendapat Reuters, dan mengikuti kontraksi yang lebih besar sebesar 2,6% pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Korea Utara Resmikan Distrik Perumahan di Pyongyang Bagi Keluarga Prajurit yang Gugur
Angka tersebut menunjukkan kenaikan kuartalan sebesar 0,1%, lebih lemah dari perkiraan median sebesar 0,4%.
Para ekonom memperkirakan, ekonomi terbesar keempat di dunia akan terus berkembang secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.
Sebuah survei bulan ini oleh Pusat Penelitian Ekonomi Jepang menunjukkan 38 ekonom memperkirakan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 1,04% pada kuartal pertama dan 1,12% pada kuartal kedua tahun ini.
Konsumsi swasta, yang mencakup lebih dari setengah output ekonomi, naik 0,1% pada periode Oktober-Desember, sesuai dengan perkiraan pasar.
Angka tersebut menurun dari kenaikan 0,4% pada kuartal sebelumnya, menunjukkan bahwa biaya makanan yang terus tinggi tetap menjadi penghambat pengeluaran rumah tangga.
Belanja modal, pendorong utama pertumbuhan yang dipimpin oleh permintaan swasta, naik 0,2% pada kuartal keempat, dibandingkan dengan kenaikan 0,8% dalam jajak pendapat Reuters.
Baca Juga: AS Dorong Ekspor AI dan Teknologi Maritim di APEC untuk Menyaingi China
Permintaan eksternal bersih, atau ekspor dikurangi impor, tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap pertumbuhan, dibandingkan dengan penurunan 0,3 poin pada periode Juli-September.
Ekspor mencatat penurunan yang lebih ringan setelah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan tarif dasar 15% untuk hampir semua impor Jepang, turun dari 27,5% untuk mobil dan awalnya mengancam 25% untuk sebagian besar barang lainnya.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)