kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Iran Angkat Mojtaba Khamenei, Jalan Menuju Perdamaian Cepat Kian Tertutup


Senin, 09 Maret 2026 / 18:36 WIB
Iran Angkat Mojtaba Khamenei, Jalan Menuju Perdamaian Cepat Kian Tertutup
ILUSTRASI. Penunjukan Mojtaba Khamenei di Iran memicu kekhawatiran konflik meluas. Harga minyak mentah Brent melonjak 14% tembus US$100 (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI/JERUSALEM. Iran menunjuk putra mendiang pemimpin tertinggi negara itu, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru pada Senin (9/3/2026).

Penunjukan ini dilakukan setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada hari pertama perang yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Penunjukan Mojtaba Khamenei menandai bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Iran. Langkah tersebut juga dinilai memperkecil peluang berakhirnya konflik kawasan dalam waktu dekat.

Krisis geopolitik ini turut memicu gejolak besar di pasar energi global. Gangguan terhadap pasokan energi dunia—yang sudah menjadi salah satu yang paling parah dalam sejarah—diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam sementara pasar saham global anjlok.

Mojtaba Khamenei (56), seorang ulama Syiah yang memiliki basis kekuatan di kalangan aparat keamanan dan jaringan bisnis mereka, sebelumnya telah dinyatakan tidak dapat diterima oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menuntut Iran menyerah tanpa syarat.

Sistem Politik Iran Solid di Belakang Pemimpin Baru

Sistem politik Iran segera menyatakan dukungan terhadap pemimpin tertinggi baru tersebut. Mojtaba menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang.

Baca Juga: Peta Persaingan Berubah, Konsolidasi Warner Bros & Paramount, Tencent Siaga

Para politisi dan lembaga negara mengeluarkan pernyataan kesetiaan, sementara prosesi publik untuk pengambilan sumpah loyalitas dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama.

“Kami akan mematuhi panglima tertinggi hingga tetes darah terakhir,” demikian pernyataan dewan pertahanan Iran.

Respons masyarakat Iran sendiri terpecah. Sebagian pendukung pemerintah menyambut penunjukan Mojtaba sebagai simbol perlawanan di masa perang. Namun kelompok oposisi khawatir langkah tersebut memupus harapan perubahan politik di negara itu.

“Saya sangat senang dia menjadi pemimpin baru kami. Ini tamparan bagi musuh yang mengira sistem akan runtuh setelah ayahnya terbunuh. Jalan pemimpin kami yang telah wafat akan terus berlanjut,” kata Zahra Mirbagheri (21), mahasiswa dari Teheran.

Namun sebagian warga lain menilai rezim masih terlalu kuat untuk digoyang. “Pasukan Garda Revolusi dan sistem ini masih sangat kuat. Mereka punya puluhan ribu pasukan yang siap bertempur mempertahankan rezim. Kami sebagai rakyat tidak punya apa-apa,” ujar Babak (34), seorang pengusaha di kota Arak.

Ketegangan Iran–Israel dan Tekanan Amerika Serikat

Israel menyatakan tujuan perang mereka adalah menggulingkan sistem pemerintahan ulama di Iran. Sementara Amerika Serikat pada awalnya menyebut target utamanya adalah menghancurkan kemampuan rudal dan program nuklir Iran.

Namun kemudian Presiden Donald Trump meningkatkan tekanannya dengan juga menuntut pembentukan pemerintahan Iran yang lebih kooperatif dengan Barat.

Israel sebelumnya memperingatkan akan membunuh siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei jika Iran tidak menghentikan kebijakan permusuhannya.

Trump juga sempat menyatakan bahwa Washington harus memiliki peran dalam menentukan pemimpin tertinggi Iran.

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump dalam wawancara dengan ABC News, seraya menambahkan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang harus menjadi keputusan bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Korea Selatan Jajaki Investasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di AS

Ketika ditanya setelah Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai pemimpin baru, Trump hanya menjawab singkat, “Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.”

Harga Minyak Melonjak Tembus US$ 100 per Barel

Perang di kawasan tersebut secara efektif menutup Strait of Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia dan gas alam cair melalui laut.

Dengan kapal tanker tidak dapat berlayar selama lebih dari sepekan, banyak produsen minyak kehabisan kapasitas penyimpanan dan terpaksa menghentikan produksi.

Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent melonjak lebih dari 14% menjadi US$ 105,80 per barel pada pukul 11.07 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 119,50 per barel. Lonjakan tersebut berpotensi menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam sejarah.

Kekhawatiran terhadap krisis energi berkepanjangan—yang mengingatkan pada krisis minyak Timur Tengah pada 1970-an—mendorong pasar saham di Asia dan Eropa jatuh tajam. Kontrak berjangka menunjukkan tekanan yang sama kemungkinan akan terjadi di Wall Street.

Harga bahan bakar juga menjadi isu politik penting di Amerika Serikat menjelang pemilihan sela Kongres pada November mendatang, ketika Partai Republik berupaya mempertahankan kendali legislatif.

Trump sendiri sebelumnya memenangkan pemilihan presiden 2024 dengan janji mengakhiri perang luar negeri dan menurunkan biaya hidup masyarakat.

Eskalasi Serangan di Iran dan Lebanon

Ketegangan militer juga terus meningkat di kawasan. Teheran dilaporkan diselimuti asap hitam setelah sebuah kilang minyak terkena serangan, yang menandai eskalasi serangan terhadap infrastruktur energi domestik Iran.

Asap tebal juga terlihat dari kilang minyak di Bahrain setelah perusahaan minyak negara Bapco menyatakan kondisi force majeure.

Baca Juga: Lawan China, Jepang Bangun Pabrik Layar di AS

Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan di Iran bagian tengah serta menyerang ibu kota Lebanon, Beirut, setelah milisi Hezbollah yang didukung Iran menembakkan roket melintasi perbatasan.

Amerika Serikat melaporkan seorang tentara AS ketujuh meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan balasan Iran pada awal konflik. Sementara militer Israel menyebut dua tentaranya tewas di Lebanon selatan, korban pertama sejak kembali pecahnya konflik Israel–Hezbollah.

Setidaknya empat orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Beirut pada Minggu.

Menurut duta besar Iran untuk PBB, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya. Lebanon juga melaporkan puluhan korban tewas.

Di Israel, petugas ambulans menyatakan seorang pria tewas akibat luka serpihan di sebuah lokasi konstruksi pada Senin, sehingga total korban tewas akibat serangan Iran di negara itu menjadi 11 orang.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×