Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan mengatakan pada hari Senin (9/3) bahwa Seoul sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi dalam proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat sebagai bagian dari janji Seoul untuk menginvestasikan total US$350 miliar dalam proyek-proyek di AS.
Seoul telah berupaya keras untuk meninjau kesepakatan dengan Washington setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang impor dari Korea Selatan menjadi 25%, dengan alasan keterlambatan implementasi kesepakatan perdagangan yang disepakati tahun lalu oleh sekutu Asia tersebut.
“Kami sedang dalam diskusi serius mengenai tenaga nuklir,” kata Kim dalam sesi parlemen, menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen tentang kemungkinan investasi Korea di pembangkit listrik tenaga nuklir AS.
Baca Juga: Perang Masuk Pekan Kedua, Hezbollah Bentrok dengan Pasukan Israel di Lebanon
Menteri tersebut tidak menjelaskan detail pembicaraan tersebut.
Pemerintah AS tahun lalu menandatangani kemitraan dengan Westinghouse yang bertujuan untuk membangun reaktor nuklir senilai setidaknya 80 miliar dolar AS, dalam salah satu rencana paling ambisius di bidang energi atom AS dalam beberapa dekade.
Jepang dan Amerika Serikat juga berupaya untuk memasukkan proyek tenaga nuklir dalam putaran kedua kesepakatan di bawah paket investasi Jepang senilai 550 miliar dolar AS, menurut sumber yang dikutip Reuters pekan lalu.
Baca Juga: Lawan China, Jepang Bangun Pabrik Layar di AS













