Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Rencana investasi perusahaan teknologi China kembali menembus industri hiburan Amerika Serikat. Kali ini, Tencent Holdings disebut berencana menanamkan dana ratusan juta dolar dalam transaksi akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance.
Mengutip Bloomberg (9/3), sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebutkan, Tencent akan masuk sebagai investor keuangan pasif dalam transaksi bernilai jumbo itu. Status sebagai investor pasif berarti perusahaan tidak akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan operasional.
Rencana ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam dokumen penawaran pada Desember lalu, Paramount sempat mencantumkan komitmen investasi ekuitas sebesar US$ 1 miliar dari Tencent. Namun komitmen tersebut kemudian ditarik setelah pihak Warner Bros, menyampaikan kekhawatiran bahwa keterlibatan perusahaan China dapat memicu persoalan keamanan nasional dengan regulator Amerika Serikat.
Kekhawatiran tersebut mencerminkan meningkatnya sensitivitas pemerintah AS terhadap kepemilikan aset strategis oleh perusahaan China. Dalam beberapa tahun terakhir, AS semakin memperketat pengawasan terhadap investasi asing yang dinilai berpotensi memengaruhi keamanan nasional.
Setelah komitmen Tencent dicabut, Paramount merevisi tawaran akuisisinya. Warner Bros. akhirnya menyetujui penjualan kepada perusahaan yang dipimpin David Ellison dalam kesepakatan senilai sekitar US$ 110 miliar.
Meski begitu, peluang Tencent untuk kembali masuk ke dalam struktur pendanaan transaksi tersebut masih terbuka. Sumber yang sama menyebutkan keputusan akhir belum diambil dan penyelesaian transaksi juga diperkirakan masih membutuhkan waktu.
Baik Tencent maupun Paramount memilih tidak memberikan komentar terkait rencana tersebut.
Masuknya investor China ke aset media Amerika memang kerap menimbulkan perdebatan politik di Washington. Kekhawatiran yang sama juga mencuat dalam pembahasan operasi TikTok di Amerika Serikat pada tahun ini.
Sorotan terhadap perusahaan China juga menyentuh bisnis lain yang berada di bawah Tencent. Perusahaan gim asal Finlandia Supercell, yang dimiliki Tencent, pada bulan ini menyatakan tengah bekerja sama dalam penyelidikan keamanan AS terkait praktik pengelolaan data oleh induk perusahaannya di China.
Baca Juga: Ditopang Honor of Kings, Tencent Catat Pertumbuhan Laba 15% di Kuartal III
Di sisi lain, Tencent sebenarnya bukan pemain baru dalam ekosistem Paramount. Perusahaan ini sudah memiliki kepemilikan minoritas tanpa hak suara di Paramount serta pernah ikut mendanai produksi film studio Skydance Media. Sejak investasi strategisnya pada 2018, Tencent juga terlibat dalam pemasaran dan distribusi sejumlah film blockbuster produksi studio tersebut.
Adapun akuisisi Warner Bros. oleh Paramount didukung pendanaan ekuitas sekitar US$ 47 miliar dari keluarga Ellison dan RedBird Capital Partners. Transaksi ini juga disokong komitmen pembiayaan utang senilai US$ 54 miliar dari sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk Bank of America, Citigroup, dan Apollo Global Management.
Selain itu, pemegang saham Paramount saat ini berpeluang ikut serta dalam rights issue hingga US$ 3,25 miliar saham Kelas B untuk memperkuat struktur pendanaan akuisisi tersebut.
Bagi industri hiburan global, transaksi ini menandai konsolidasi besar yang berpotensi mengubah peta persaingan studio film dan layanan streaming. Namun di saat yang sama, keterlibatan investor China tetap menjadi variabel sensitif yang bisa memengaruhi kelancaran transaksi di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Baca Juga: Tencent Raih 9 Miliar Yuan dari Penerbitan Obligasi Offshore













