kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.840   57,00   0,32%
  • IDX 6.310   -55,47   -0,87%
  • KOMPAS100 828   -7,65   -0,92%
  • LQ45 628   -5,95   -0,94%
  • ISSI 219   -1,67   -0,76%
  • IDX30 352   -3,38   -0,95%
  • IDXHIDIV20 430   -4,23   -0,98%
  • IDX80 95   -0,84   -0,88%
  • IDXV30 119   -0,95   -0,79%
  • IDXQ30 112   -1,00   -0,89%

AS Perkuat Rantai Pasok Manufaktur di Tengah Lonjakan Investasi Asing


Selasa, 11 Agustus 2026 / 12:27 WIB
AS Perkuat Rantai Pasok Manufaktur di Tengah Lonjakan Investasi Asing
ILUSTRASI. Bendera Amerika Serikat (AS) (REUTERS/Lee Smith)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

​KONTAN.CO.ID – PHILADELPHIA. Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah memperkuat rantai pasok manufaktur domestik di tengah meningkatnya investasi asing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lonjakan investasi di sektor manufaktur tidak terhambat oleh keterbatasan pemasok dan komponen produksi.

Melansir Reuters (11/8), Asisten Menteri Keuangan AS Chris Pilkerton dan Administrator Small Business Administration (SBA) Kelly Loeffler mengatakan, pemerintah akan bekerja sama dengan investor asing untuk mengidentifikasi celah dalam rantai pasok manufaktur AS. Pemerintah juga mendorong usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan yang meningkat.

Menurut keduanya, kebijakan tarif impor dan deregulasi yang diterapkan Presiden AS Donald Trump telah mendorong investasi asing di sektor manufaktur. Namun, peningkatan investasi tersebut perlu diikuti dengan ketersediaan komponen dan pemasok di dalam negeri.

"Kita perlu menemukan suku cadangnya," ujar Pilkerton, menekankan bahwa penguatan rantai pasok tidak cukup hanya melalui kebijakan di tingkat pemerintah.

Pemerintah AS kini menjalankan Strategic Vendor Program yang bertujuan memperkuat pemasok domestik sekaligus membantu perusahaan asing yang berinvestasi di AS mengembangkan bisnisnya dalam jangka panjang. Program tersebut masih berada dalam tahap uji coba dan belum memiliki aturan rinci mengenai mekanisme pemilihan pemasok.

Salah satu contoh terlihat pada Hanwha Philly Shipyard di Philadelphia. Galangan kapal tersebut diakuisisi Hanwha Ocean dan Hanwha Group pada Desember 2024 setelah melalui proses peninjauan oleh Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS).

CEO Hanwha Philly Shipyard David Kim mengatakan, perusahaan berkomitmen menginvestasikan sekitar US$ 5 miliar di fasilitas tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Investasi itu berpotensi meningkatkan jumlah tenaga kerja dari sekitar 2.000 orang saat ini menjadi 10.000 orang.

Hanwha juga telah menggelontorkan lebih dari US$ 200 juta untuk meningkatkan tenaga kerja, kemampuan produksi dan kapasitas galangan kapal. Setiap kapal besar yang diproduksi perusahaan tersebut membutuhkan lebih dari 1.000 pemasok. Sekitar dua pertiga di antaranya merupakan perusahaan berbasis AS.

Baca Juga: Bank Sentral Australia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,35%

Jumlah pemasok domestik diperkirakan masih dapat bertambah seiring Hanwha berupaya meningkatkan produksi dan mengadopsi teknologi pembuatan kapal berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah digunakan di Korea Selatan.

Di sisi lain, pemerintah AS juga berupaya mempercepat proses pemeriksaan investasi asing melalui CFIUS. Departemen Keuangan AS pada Juli meluncurkan situs baru yang memberikan informasi lebih jelas mengenai proses evaluasi akuisisi dan investasi asing.

Pemerintah juga membentuk Known Investor Program untuk mengidentifikasi investor yang telah berulang kali melakukan investasi di AS. Dengan demikian, proses pemeriksaan dapat dipercepat setelah investor melewati pemeriksaan mendalam pada tahap awal.

Upaya memperkuat kapasitas manufaktur juga didukung melalui pembiayaan pemerintah. SBA pada 2025 menyalurkan sekitar US$ 3 miliar kepada perusahaan manufaktur, termasuk US$ 32 juta untuk industri galangan kapal.

Pendanaan tersebut ditujukan untuk membantu industri membangun kembali kapasitas produksi setelah AS kehilangan sekitar 90.000 pabrik dan 5 juta lapangan kerja manufaktur dalam empat hingga lima dekade terakhir.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak hanya berupaya menarik investasi asing, tetapi juga memastikan investasi tersebut memiliki dampak lebih luas terhadap industri domestik. Penguatan pemasok lokal menjadi penting agar peningkatan investasi tidak justru membuat perusahaan tetap bergantung pada komponen impor.

Baca Juga: General Motors Lepas Kepemilikan Pabrik Baterai EV di Indiana




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×