Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Dana lindung nilai global membeli saham dalam jumlah besar dari pasar negara maju dan berkembang di Asia pada pekan hingga Jumat, 13 Februari 2026. Ini terungkap dari catatan klien Goldman Sachs yang dilihat Reuters pada Senin (16/2/2026).
Para hedge fund bertaruh bahwa harga saham akan naik, terutama di pasar negara berkembang di Asia. Indeks saham dunia jatuh tajam pada Jumat (13/2/2026), karena investor meningkatkan aksi jual saham teknologi sebagai respons terhadap kekhawatiran tentang investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan dan dampaknya yang disruptif.
Namun, selama seminggu, beberapa pasar saham di Asia mencatatkan keuntungan mingguan yang positif. Indeks saham Nikkei Jepang dan Taiwan sama-sama naik sekitar 5%, sementara Kospi Korea naik lebih dari 8% selama perdagangan minggu lalu.
Baca Juga: Nilai Pasar Saham Big Tech Longsor, Investor Mulai Ragu dengan Prospek AI
Dana lindung nilai memfokuskan perdagangan bullish mereka pada Korea, Taiwan, dan Tiongkok, tetapi Goldman Sachs tidak memberikan penjelasan apa pun untuk preferensi tersebut.
Terdapat "penjualan moderat" di India, tulis Goldman Sachs tersebut dalam catatan yang diedarkan kepada klien pada hari Jumat.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa hedge fund membeli saham di pasar negara maju dan berkembang di seluruh Asia, di sebagian besar sektor. Termasuk real estat, perusahaan teknologi, industri, dan saham barang konsumsi non-esensial, tetapi tidak di sektor keuangan.
Eksposur terhadap saham Asia berada pada level tertinggi setidaknya sejak tahun 2016, menurut catatan Goldman Sachs tersebut.
Baca Juga: Pasar Menanti Pembicaraan Nuklir AS-Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)