kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Nilai Pasar Saham Big Tech Longsor, Investor Mulai Ragu dengan Prospek AI


Senin, 16 Februari 2026 / 17:11 WIB
Nilai Pasar Saham Big Tech Longsor, Investor Mulai Ragu dengan Prospek AI
ILUSTRASI. Saham-saham teknologi paling berharga di dunia (big  tech) turun tajam tahun ini setelah bertahun-tahun melejit tinggi.  (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham-saham teknologi paling berharga di dunia (big  tech) telah mengalami penurunan tajam nilai pasar tahun ini setelah bertahun-tahun melejit tinggi. Kini, investor mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan pengembalian yang cukup untuk membenarkan valuasi yang tinggi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/2/2026), saham Microsoft telah anjlok sekitar 17% sejak awal tahun ini karena kekhawatiran atas risiko terhadap bisnis AI-nya dan persaingan yang semakin ketat dari model Gemini terbaru Google dan agen AI Claude Cowork milik Anthropic. Nilai pasar Microsoft pun ambles sekitar US$ 613 miliar menjadi US$ 2,98 triliun per Jumat (13/2/2026).

Harga saham Amazon juga longsor 13,85% sejauh tahun ini, menghapus sekitar US$ 343 miliar nilai pasar dan membuat nilai perusahaan menjadi sekitar US$ 2,13 triliun.

Awal bulan ini, Amazon memperkirakan pengeluaran modal akan melonjak lebih dari 50% tahun ini.

Baca Juga: 3 Saham Big Tech yang Layak Dipantau pada 2026

Nvidia, Apple, dan Alphabet juga mengalami penurunan nilai pasar masing-masing sebesar US$ 89,67 miliar, US$ 256,44 miliar, dan US$ 87,96 miliar sejak awal tahun 2026, menjadi US$ 4,44 triliun, US$ 3,76 triliun, dan US$ 3,7 triliun.

Penurunan nilai pasar ini menandakan pergeseran yang lebih luas dalam psikologi pasar. Investor beralih dari menghargai ambisi AI jangka panjang ke menuntut visibilitas pendapatan jangka pendek setelah bertahun-tahun antusiasme spekulatif.

Sebaliknya, TSMC, Samsung Electronics, dan Walmart masing-masing telah menambah nilai pasar sebesar US$ 293,89 miliar, US$ 272,88 miliar, dan US$ 179,17 miliar selama periode yang sama, sehingga meningkatkan valuasi mereka menjadi US$ 1,58 triliun, US$ 817 miliar, dan US$ 1,07 triliun.

Baca Juga: Lonjakan Pendanaan dan Valuasi Tinggi Startup AI Picu Kekhawatiran Bubble

Selanjutnya: 5 Buah Pembawa Hoki di Tahun Baru Imlek, Simbol Keberuntungan dan Rezeki Berlimpah

Menarik Dibaca: 5 Buah Pembawa Hoki di Tahun Baru Imlek, Simbol Keberuntungan dan Rezeki Berlimpah




TERBARU

[X]
×