kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.072   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.434   46,23   0,86%
  • KOMPAS100 704   7,02   1,01%
  • LQ45 548   3,69   0,68%
  • ISSI 186   2,46   1,34%
  • IDX30 306   1,12   0,37%
  • IDXHIDIV20 402   2,59   0,65%
  • IDX80 81   0,68   0,85%
  • IDXV30 112   1,44   1,31%
  • IDXQ30 102   0,41   0,40%

Harga Minyak Brent Anjlok Lebih dari 7% ke US$ 91,71 Per Barel di Pagi Ini (10/3)


Selasa, 10 Maret 2026 / 07:48 WIB
Harga Minyak Brent Anjlok Lebih dari 7% ke US$ 91,71 Per Barel di Pagi Ini (10/3)
ILUSTRASI. harga minyak Brent anjlok lebih dari 7% di pagi ini (10/3/2026)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Harga minyak mentah jenis Brent turun lebih dari 7% di awal perdagangan sesi Asia hari ini. 

Sentimen datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, meredakan kekhawatiran tentang gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak global.

Selasa (10/3/2026) pukul 07.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 anjlok US$ 7,25 atau 7,3% menjadi US$ 91,71 per barel. 

Padahal, harga Brent mencapai level tertinggi sesi di US$ 119,50 pada hari Senin (9/3/2026).

Harga tersebut merupakan harga intraday tertinggi bagi Brent sejak Juni 2022, sebanding dengan rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 147,50 per barel untuk Brent.

Baca Juga: Ekonomi Jepang Melejit 1,3% di Kuartal IV-2025, Ditopang Investasi Bisnis yang Kuat

Harga turun dari rekor tertinggi intraday tersebut karena berbagai alasan, termasuk kekhawatiran tentang inflasi dan berita bahwa AS dan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) lainnya sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan cadangan minyak strategis.

Tak lama setelah penutupan perdagangan, harga minyak berbalik turun menyusul berita tentang percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Harga turun lebih lanjut dalam perdagangan pasca-penutupan, anjlok lebih dari 5%, setelah Reuters melaporkan bahwa sumber-sumber mengatakan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut sanksi terhadap minyak Rusia untuk membantu mengendalikan harga energi global.

Sebelumnya, Putin mengatakan Moskow siap memasok minyak dan gas alam ke Eropa.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×