kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Calon Pengantin di China Tengah Gandrung Membuat Drama Pendek untuk Pernikahan


Jumat, 02 Oktober 2026 / 20:57 WIB
Calon Pengantin di China Tengah Gandrung Membuat Drama Pendek untuk Pernikahan
ILUSTRASI. Pasangan pengantin rela merogoh kocek dalam untuk menyewa kru film, naskah, dan kostum demi membintangi drama romansa yang digarap secara mewah (KONTAN/Melly Anne)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ada tren baru yang tengah digandrungi para calon pengantin di China. Alih-alih membuat foto pre-wedding, banyak calon pengantin di China memilih membuat film superpendek alias microfilm. Pasangan pengantin rela merogoh kocek hingga ribuan yuan untuk menyewa kru film, naskah, dan kostum demi membintangi drama romansa yang digarap secara mewah.

Membuat microfilm menjadi tren terbesar dalam pernikahan di China tahun ini. Calon pasangan membayar untuk menjadi pemeran utama dalam film pendek mereka sendiri. Filmnya juga bukan film asal-asalan, tapi jadi karya sinematik yang digarap dengan kru, kostum, dan naskah profesional.

Format yang paling viral disebut san sheng san shi, atau tiga kehidupan, tiga dunia, yang diadaptasi dari genre romansa fantasi. Dalam cerita ini, pasangan dipertemukan kembali oleh takdir melalui reinkarnasi yang melintasi berbagai era: mulai dari masa dinasti kuno, era Republik China awal tahun 1900-an, hingga masa kini.

Para calon pengantin juga rela merogoh kocek dalam untuk membuat film superpendek ini. Dengar saja kisah Harry Sun. Kepada Bloomberg, Sun berkisah, ia dan istrinya membayar sedikit di bawah 12.000 yuan, atau sekitar Rp 32 juta, untuk sebuah paket yang mencakup 20 foto serta video berdurasi 30 detik.

Baca Juga: Review OPEC+ untuk Tentukan Kuota Minyak 2027 Ditunda Imbas Perang Iran

Sun menggunakan jasa Sijur Films. Harga yang dibayar Sun tergolong cukup rendah menurut standar studio tersebut. Harga paket san sheng san shi di perusahaan tersebut aslinya bisa mencapai 16.000 yuan, tergantung pada kerumitan kostum, lokasi pengambilan gambar, dan tingkat penyesuaian naskah.

Sun berkisah, ia memakai ide dari drama hit di China tahun ini, Pursuit of Jade. Ia memerankan karakternya dengan duduk di atas kuda mengenakan zirah pelat baja.

Sun tidak menyangka membintangi film mikro melibatkan proses produksi yang begitu rumit. "Kepala saya sampai harus ditempeli rambut palsu," ujar Sun.

Sami, istri Sun, yang saat proses syuting masih berstatus calon istri, juga tak menyangka prosesnya akan serumit itu. "Naskahnya benar-benar mendetail," kenangnya.

Dua bulan kemudian, pasangan itu menayangkan film berdurasi dua setengah menit hasil produksi tersebut di resepsi pernikahan mereka. Para tamu tertawa geli melihat adegan memanah dan bahkan meminta agar film itu diputar ulang sebelum acara berakhir.

Baca Juga: Pasar Kerja AS Cuma Tambah 29.000 Pekerja di September, Jauh di Bawah Proyeksi

Sijur Films menuturkan, permintaan pembuatan microfilm untuk pernikahan kini meningkat pesat. Selain permintaan video tiga kehidupan, permintaan untuk lima kehidupan bahkan enam kehidupan juga meningkat.

Biayanya bisa mencapai dua kali lipat dari harga paket standar. Sebagai perbandingan, pasangan biasanya membayar antara 5.000 hingga 8.000 yuan untuk paket fotografi pernikahan konvensional.

Luo Wei, salah satu pendiri Sijur Films, menyebut, perusahaannya berkantor pusat di Chengdu dan beroperasi di delapan kota. Sijur Films melayani sekitar 100 pasangan setiap minggunya.

Lokasi syuting dipilih secara cermat demi mendapatkan efek sinematik yang maksimal, mulai dari aliran sungai yang berkelok di Taman Yuehui yang bergaya klasik di Dongguan dan jembatan batu melengkung di Kota Kuno Dangkou, Wuxi, hingga Istana Nanhua di Chengdu yang memiliki ciri khas atap pelana tinggi bergaya Lingnan dari abad ke-18.

Baca Juga: Iran Siapkan Serangan Balasan Lebih Besar Jika AS Kembali Menyerang

Menurut Luo, calon pengantin menginginkan sesuatu yang benar-benar mencerminkan diri mereka, sebuah momen yang mereka tentukan sendiri, bukan yang diatur oleh orangtua. Bagi sebagian anak muda China, ini menjadi daya tarik yang mendalam.

“Dalam kehidupan nyata, kita tidak bisa sepenuhnya menulis naskah hidup sendiri. Namun, selama beberapa jam di lokasi syuting, merekalah yang menentukan alur cerita dan akhir kisahnya. Itu adalah pengalaman yang langka dan berharga,” ujar Luo.

Tren ini juga menjadi secercah harapan di tengah industri pernikahan yang sedang lesu. China mencatat hanya 6,1 juta pernikahan pada tahun 2024. Ini angka terendah yang pernah tercatat. Setelah sempat meningkat kembali pada tahun 2025, tren penurunan berlanjut pada awal 2026. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×