Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - XIANGYANG. Topan Dolphin bergerak lebih jauh ke daratan menuju provinsi Hubei di China tengah pada hari Selasa (11/8/2026), menyebabkan banjir di jalanan, memaksa penutupan kawasan wisata, dan menghentikan proyek konstruksi, sementara para ahli meteorologi memperingatkan adanya curah hujan ekstrem di wilayah yang luas di negara tersebut.
Mengutip Reuters, Selasa (11/8/2026), sebagian wilayah Beijing, termasuk distrik Shunyi di timur laut kawasan keuangan utama, juga mengalami banjir parah pada Selasa malam dengan prakiraan hujan yang akan semakin deras sepanjang malam.
Sebagai topan terkuat yang melanda China tahun ini, Dolphin membawa sistem badai yang sangat kuat dan bertahan lama, menempuh jarak hampir 6.000 km (3.700 mil) sebelum mencapai daratan pada akhir pekan, mengguyur pantai timur negara itu serta membawa hamparan awan yang luas.
Baca Juga: Kapal Berbendera Panama Ditembak Helikopter Militer AS di Teluk Oman
Meski kekuatannya telah menurun menjadi depresi tropis pada Selasa sore, jangkauan badai tersebut meluas hingga ke Beijing, yang terletak lebih dari 1.000 km di utara Hubei. Empat distrik di pinggiran ibu kota mengaktifkan tingkat respons darurat banjir tertinggi, saat kota tersebut bersiap menghadapi curah hujan yang diperkirakan mencapai lebih dari sepertiga total curah hujan tahunannya dalam kurun waktu 24 jam mulai Selasa malam.
Curah hujan per jam tertinggi di Beijing tercatat di Houshayu, Distrik Shunyi, menurut pihak berwenang, dengan curah hujan sebesar 88,5 milimeter antara pukul 15.00 hingga 16.00 waktu setempat (07.00 hingga 08.00 GMT).
Gambar-gambar yang dibagikan di platform Rednote China memperlihatkan bus dan mobil berukuran besar yang sebagian badannya terendam banjir di wilayah Shunyi. Salah satu foto menampilkan seorang kurir yang sedang menerjang genangan air; hanya setang sepeda motor dan bagian atas kotak pengirimannya yang terlihat di permukaan.
Pusat Meteorologi Nasional memperbarui peringatan oranye untuk hujan lebat—tingkat peringatan tertinggi kedua—dengan perkiraan curah hujan mencapai 250 mm dalam kurun waktu 24 jam di Hubei. Hubei, yang merupakan pusat manufaktur otomotif dan elektronik berteknologi tinggi serta rumah bagi lebih dari 58 juta penduduk, baru saja memulihkan diri dari dua peristiwa tornado langka bulan lalu akibat dampak Topan Maysak, yang menewaskan sedikitnya 11 orang.
Baca Juga: Ukraina Gencarkan Serangan ke Fasilitas Energi Rusia, Ini Daftarnya
Di kota Xiangyang, tempat pihak berwenang Hubei mengeluarkan peringatan kuning untuk tanah longsor dan banjir, para pejalan kaki tampak berjalan menerjang jalanan yang tergenang air, sementara sejumlah skuter listrik sewaan terlihat sebagian terendam.
Di sebuah persimpangan jalan saat hujan deras mengguyur, para pengemudi memperlambat laju kendaraan untuk melewati genangan air sedalam lebih dari 30 cm, sementara pengendara lainnya memilih untuk berbalik arah.
Huang, seorang wanita berusia 60 tahun yang sempat menunda rencana belanja kebutuhan pokoknya pada pagi hari karena hujan, menatap jalanan yang tergenang air dengan cemas. Ia khawatir banjir akan mencapai kompleks apartemen tempat tinggalnya yang berjarak beberapa ratus meter dari sana. "Kawasan ini selalu kebanjiran saat hujan turun. Jika kondisi ini terus berlanjut, air bisa mencapai rumah saya," ujarnya.
Di dekat lokasi tersebut, air hujan mengalir deras menuju jalan raya yang posisinya lebih rendah, berasal dari jalur khusus sepeda motor yang posisinya lebih tinggi di kedua sisi jalan. Pihak berwenang mengerahkan petugas berseragam keselamatan warna neon untuk membongkar sebagian beton agar air dapat mengalir keluar dengan lebih cepat.
Hujan Deras Meluas
Pihak berwenang Hubei juga mengeluarkan peringatan kuning untuk sejumlah kota, termasuk Huanggang dan Suizhou.
Hingga Selasa pagi, ketinggian air di 35 waduk di Xiangyang telah melampaui ambang batas pengendalian banjir, sehingga mendorong pihak berwenang untuk mengevakuasi 9.705 orang.
Berbagai kawasan wisata di seluruh provinsi tersebut telah mengumumkan penutupan sementara, termasuk kawasan wisata populer Bendungan Tiga Ngarai (Three Gorges Dam) di Yichang. Sebanyak 57 dari 59 objek wisata utama di Xiangyang ditutup; hanya dua lokasi yang tetap beroperasi. Dari 107 proyek konstruksi jalan raya dan jalur air utama yang sedang berlangsung di provinsi tersebut, 26 proyek yang dinilai berisiko tinggi telah dihentikan sementara.
Aliran udara di bagian tepi badai Dolphin akan dipaksa naik saat bertemu dengan pegunungan di wilayah barat Hubei, sehingga menyebabkan intensitas curah hujan meningkat berkali-kali lipat, ujar Wang Xiaoling, wakil direktur observatorium meteorologi provinsi Hubei, kepada surat kabar lokal *Hubei Daily*.
Di provinsi tetangga, Henan, pihak berwenang mengeluarkan peringatan merah banjir bandang seiring badai yang terus membawa massa uap air ke arah utara. Para ahli prakiraan cuaca menyebutkan bahwa beberapa wilayah dapat menerima curah hujan hingga 350 mm hingga Rabu sore.
Jepang, yang sempat dihantam Dolphin sebelum badai itu mencapai Tiongkok, juga bersiap menghadapi tanah longsor, banjir, dan angin kencang setelah Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa Topan No. 15, Chan-hom, berpotensi melintasi daratan Jepang pada hari Selasa.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
