kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.853   87,00   0,49%
  • IDX 6.429   -12,05   -0,19%
  • KOMPAS100 841   -0,97   -0,12%
  • LQ45 639   -1,74   -0,27%
  • ISSI 224   -1,02   -0,45%
  • IDX30 355   -1,50   -0,42%
  • IDXHIDIV20 442   -1,74   -0,39%
  • IDX80 96   -0,17   -0,17%
  • IDXV30 122   0,15   0,13%
  • IDXQ30 114   -0,64   -0,56%

Berkshire Hathaway Andalkan Howard Buffett Jaga Budaya Usai Ayahnya Mundur


Senin, 21 September 2026 / 12:50 WIB
Berkshire Hathaway Andalkan Howard Buffett Jaga Budaya Usai Ayahnya Mundur
Pengusaha dan dermawan Howard Buffett berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kyiv (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian kepemimpinan di Berkshire Hathaway memasuki babak baru setelah Warren Buffett mundur dari posisi chairman.

Setelah lebih dari enam dekade menjadi sosok sentral di perusahaan, Buffett kini menyerahkan tanggung jawab menjaga budaya dan nilai-nilai Berkshire kepada putranya, Howard Buffett.

Howard Buffett, 71 tahun, akan menjabat sebagai nonexecutive chairman, sementara Greg Abel tetap memimpin operasional Berkshire sebagai chief executive officer (CEO). Warren Buffett sendiri menjadi chairman emeritus.

Perubahan ini menandai berakhirnya peran formal Warren Buffett di perusahaan yang ia ambil alih pada 1965. Meski demikian, pengaruhnya terhadap Berkshire masih kuat, termasuk melalui kepemilikan saham dan budaya perusahaan yang dibangun selama puluhan tahun.

Baca Juga: Warren Buffett Mundur, Howard dan Greg Abel Jaga Arah Berkshire Hathaway

Michael Withers, profesor manajemen di University of Notre Dame, menilai transisi tersebut terutama berkaitan dengan kesinambungan budaya Berkshire.

"Ujiannya adalah apakah Abel dan Howard dapat menjaga warisan Buffett sekaligus memberi ruang bagi Berkshire untuk beradaptasi," ujarnya.

Howard Buffett dinilai memiliki peran berbeda dari Greg Abel. Jika Abel bertanggung jawab menjalankan bisnis dan menentukan arah perusahaan sebagai CEO, Howard akan lebih berfokus mengawasi agar prinsip-prinsip yang selama ini menjadi ciri Berkshire tetap terjaga.

Ia telah menjadi anggota dewan Berkshire sejak 1993. Sebelumnya, Howard Buffett dikenal sebagai petani, sheriff, serta terlibat dalam sejumlah dewan perusahaan. Namun, ia belum pernah memimpin perusahaan publik dalam kapasitas eksekutif.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Januari 2025, Howard mengatakan budaya Berkshire pada dasarnya adalah menjaga segala sesuatu tetap sederhana, memperlakukan orang secara adil, menghormati manajer dan pemegang saham, serta menyampaikan kabar buruk secara terbuka.

Baca Juga: Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway, Digantikan Putranya

Peran Howard juga pernah digambarkan Warren Buffett sebagai semacam "polis asuransi" bagi Berkshire. Menurut Warren Buffett, Howard ada untuk menjaga agar budaya perusahaan tetap bertahan dan campur tangannya baru diperlukan jika terdapat penyimpangan dari nilai-nilai tersebut.

Sementara itu, Greg Abel telah lama berada di lingkungan Berkshire. Ia bergabung pada 2000 setelah Berkshire mengakuisisi MidAmerican Energy dan masuk dalam jajaran pimpinan perusahaan pada 2018. Sejak menjadi CEO pada Januari, Abel pada dasarnya melanjutkan pendekatan investasi dan pengelolaan yang dibangun Warren Buffett.

Berkshire memiliki ruang finansial yang besar untuk melanjutkan strategi tersebut. Per 30 Juni, kas perusahaan mencapai sekitar US$364,7 miliar. Dana tersebut memberi Abel fleksibilitas untuk melakukan akuisisi, membeli saham, melakukan pembelian kembali saham Berkshire, atau mengambil kebijakan pembagian dividen.

Dalam surat kepada pemegang saham pada Jumat, Warren Buffett bahkan menyebut Abel telah melampaui ekspektasi yang sebelumnya sudah sangat tinggi.

Meski demikian, sejumlah investor menilai tantangan transisi tetap ada. Cathy Seifert, analis CFRA Research, menyoroti minimnya pengalaman Howard dalam menjalankan perusahaan secara langsung.

Baca Juga: Alphabet Jadi Investasi Terbesar Ketiga Berkshire Hathaway

Di sisi lain, pengalaman panjang Howard dan Abel di lingkungan Berkshire dinilai dapat membantu mengurangi risiko perubahan budaya secara drastis. Keduanya telah berada di perusahaan selama bertahun-tahun dan memahami prinsip pengelolaan yang menjadi fondasi Berkshire.

Berkshire sendiri merupakan konglomerasi dengan nilai sekitar US$1,1 triliun, yang memiliki bisnis mulai dari perusahaan kereta api BNSF, perusahaan asuransi Geico, hingga sektor energi, industri dan ritel. Berkshire juga memiliki portofolio saham perusahaan besar seperti American Express, Apple dan Coca-Cola.

Dengan mundurnya Warren Buffett dari posisi chairman, tantangan Berkshire bukan sekadar mencari penerus kepemimpinan. Perusahaan juga harus memastikan budaya yang menjadi salah satu fondasi bisnisnya tetap bertahan ketika sosok yang selama ini menjadi pusatnya tidak lagi berada dalam struktur manajemen.

Bagi Howard Buffett, tugas tersebut berarti menjaga prinsip Berkshire tetap sederhana, berorientasi jangka panjang, dan mengutamakan kepentingan pemegang saham. Namun, bagaimana prinsip tersebut diterapkan di bawah kepemimpinan Abel akan menjadi babak baru bagi Berkshire.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×