kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.528   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Greg Abel Pimpin Berkshire Hathaway, Daya Tarik Tanpa Warren Buffett Mulai Memudar?


Senin, 04 Mei 2026 / 14:14 WIB
Greg Abel Pimpin Berkshire Hathaway, Daya Tarik Tanpa Warren Buffett Mulai Memudar?
ILUSTRASI. Gaya kepemimpinan Greg Abel di Berkshire Hathaway fokus operasional, beda dari Buffett. Bagaimana dampaknya bagi masa depan? (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Greg Abel mendapatkan banyak pujian dari para pemegang saham atas kemampuan kepemimpinan dan manajemennya di Berkshire Hathaway. Namun, aura kuat yang selama ini dibangun oleh pendahulu sekaligus mentornya, Warren Buffett, mulai terasa memudar.

Pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire di Omaha, Nebraska, menjadi sorotan. Acara ini merupakan yang pertama sejak Abel resmi menjabat sebagai CEO pada Januari lalu. Berdasarkan pengamatan Reuters, kursi kosong dan jumlah pengunjung yang lebih sedikit terlihat sepanjang akhir pekan acara tersebut.

Abel memimpin rapat tahunan di sebuah arena pusat kota tanpa kehadiran Buffett di atas panggung. Meski demikian, miliarder berusia 95 tahun itu tetap hadir sebagai penonton dan sempat memberikan komentar singkat.

Para pemegang saham mengaku terkesan dengan pemahaman Abel terhadap operasi bisnis Berkshire yang mencakup berbagai sektor, mulai dari asuransi, perkeretaapian, energi, manufaktur hingga ritel.

Namun, Abel dinilai belum mampu menggantikan daya tarik Buffett yang dikenal sebagai “Oracle of Omaha”, maupun mendiang Charlie Munger, yang wafat pada 2023.

Baca Juga: Bank of Korea Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga, Didorong Kenaikan Inflasi

Salah satu investor, Xiao Zhang, menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai pada tahun-tahun sebelumnya, Buffett dan Munger tidak hanya membahas investasi, tetapi juga berbagi filosofi hidup. Hal tersebut tidak ia temukan dalam pertemuan kali ini.

Meski demikian, sejumlah pemegang saham lain menilai Buffett dan Munger telah membangun fondasi kuat bagi Abel, termasuk dalam menjaga budaya perusahaan. Mereka optimistis Berkshire tetap mampu berjalan baik di bawah kepemimpinan baru.

Minat Hadir Menurun, Penjualan Produk Tak Maksimal

Penurunan antusiasme juga terlihat dalam kegiatan pameran bisnis milik Berkshire. Antrean pengunjung lebih sedikit dan lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Produk-produk seperti cokelat edisi khusus, es krim, hingga merchandise bergambar Buffett dan Abel dilaporkan tidak terjual habis.

Acara utama pun mengalami penurunan jumlah peserta. Jika sebelumnya Buffett mampu menarik kapasitas penuh arena, tahun ini hanya sekitar 12.000 dari total 18.000 kursi yang terisi saat rapat dimulai.

Meski demikian, sebagian peserta tetap merasa acara ini bernilai. Mereka menilai interaksi langsung dan kesempatan belajar tentang filosofi investasi tetap menjadi daya tarik utama.

Fokus Baru: Operasional dan Masa Depan

Sejumlah peserta menilai gaya kepemimpinan Abel lebih menekankan pada keunggulan operasional dibandingkan pendekatan filosofis khas Buffett. Hal ini memunculkan perbedaan persepsi di kalangan investor.

Baca Juga: Donald Trump Siap Amankan Kapal di Selat Hormuz, Tanker Dilaporkan Diserang

Namun, ada pula yang melihat pendekatan tersebut sebagai langkah positif, terutama di tengah ketidakpastian global. Fokus pada prospek masa depan perusahaan dinilai memberikan optimisme baru bagi para pemegang saham.

Dalam konteks geopolitik dan volatilitas pasar global, Berkshire tetap dipandang sebagai aset yang stabil. Filosofi investasi berbasis nilai yang diwariskan Buffett dan Munger diyakini akan tetap menjadi fondasi utama perusahaan.

Abel, yang kini berusia 63 tahun, mengisyaratkan keinginannya untuk memimpin Berkshire dalam jangka panjang. Meski telah mendapatkan kepercayaan pemegang saham, ia dinilai masih perlu waktu untuk membangun karisma dan daya tarik yang selama ini melekat pada Buffett.

Seorang analis perbankan ritel di Omaha menyebut, tanpa sentuhan khas Buffett, pertemuan tahunan Berkshire berpotensi kehilangan nuansa uniknya. Meski demikian, ia menilai Abel masih memiliki peluang untuk berkembang, meskipun belum dapat menyamai sosok legendaris tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×