Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Taiwan mengumumkan pada Selasa (10/3/2026) bahwa impor gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS) akan meningkat mulai Juni mendatang setelah menandatangani kontrak pasokan baru.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Baca Juga: Ringgit Malaysia dan Rupiah Memimpin Penguatan Mata Uang Asia pada Selasa (10/3) Pagi
Dalam pernyataan resmi setelah rapat kabinet mengenai dampak perang terhadap energi dan harga, Kementerian Ekonomi Taiwan menyatakan sedang memantau kondisi minyak mentah internasional dan tingkat persediaan setiap hari.
Mereka juga terus memonitor jadwal pengiriman kargo agar tetap “memiliki kendali penuh atas kondisi pasokan minyak mentah dan gas alam internasional.”
Inventaris domestik minyak bumi dan LNG Taiwan saat ini berada di atas level minimum yang diwajibkan oleh hukum, menurut pernyataan kementerian.
Selain itu, kontrak internasional baru telah ditandatangani, yang memungkinkan peningkatan impor gas alam dari AS mulai Juni, meskipun rincian volume tidak diungkapkan.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Singapura Waspada Dampaknya pada Inflasi dan Biaya Hidup
Kementerian juga menekankan bahwa strategi mereka mencakup penjadwalan ulang pengiriman kargo, alokasi ulang kargo di kawasan Asia, serta pembelian di pasar spot, sehingga pasokan domestik untuk bulan Maret dan April dianggap aman dan mencukupi.
Langkah ini menunjukkan kesiapan Taiwan untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan menekan potensi lonjakan harga di tengah ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah.













