kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.848   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Minyak Bergerak Tipis di Pagi Ini (16/2), Jelang Pembicaraan Nuklir AS-Iran


Senin, 16 Februari 2026 / 09:36 WIB
Harga Minyak Bergerak Tipis di Pagi Ini (16/2), Jelang Pembicaraan Nuklir AS-Iran
ILUSTRASI. harga minyak mentah acuan sama-sama melemah tipis


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak bergerak datar di awal pekan ini menjelang pembicaraan antara Washington dan Teheran, dengan kekhawatiran tentang ketegangan Iran-Amerika Serikat (AS) yang mengganggu aliran minyak menjaga harga tetap stabil. Sementara, OPEC+ cenderung mendukung dimulainya kembali peningkatan produksi mulai April.

Senin (16/2/2026) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman April 2026 turun 3 sen menjadi US$ 67,72 per barel setelah ditutup menguat 23 sen pada hari Jumat (13/2/2026).

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2026 melemah 3 sen ke US$ 62,86 per barel. Tidak akan ada penyelesaian transaksi WTI pada hari Senin karena hari libur.

Minggu lalu, kedua patokan tersebut mencatat penurunan mingguan dengan Brent turun sekitar 0,5%, sementara WTI turun 1%, karena komentar Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (12/2/2026) bahwa Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Iran dalam sebulan ke depan mendorong penurunan harga pada hari Kamis.

Baca Juga: Ribuan Tentara Gugur: Kim Jong Un Balas Jasa dengan Cara Ini

Kedua negara tersebut memperbarui negosiasi awal bulan ini untuk mengatasi perselisihan mereka yang telah berlangsung selama beberapa dekade mengenai program nuklir Teheran dan mencegah konfrontasi militer baru, dan dijadwalkan untuk mengadakan putaran kedua pembicaraan di Jenewa pada hari Selasa.

Iran sedang mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS. Kesepakatan itu memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, termasuk investasi energi dan pertambangan serta pembelian pesawat yang akan dibahas, demikian dilaporkan seorang diplomat Iran pada hari Minggu.

"Dengan kedua belah pihak diperkirakan akan tetap teguh pada 'garis merah inti' mereka, ekspektasi rendah bahwa kesepakatan dapat tercapai dan ini kemungkinan akan menjadi ketenangan sebelum 'badai'," kata analis pasar IG, Tony Sycamore.

AS telah mengirimkan kapal induk kedua ke wilayah tersebut dan sedang mempersiapkan 'kemungkinan kampanye militer berkelanjutan jika' pembicaraan tidak berhasil, kata para pejabat AS kepada Reuters. Garda Revolusi Iran telah memperingatkan bahwa jika terjadi serangan di wilayah Iran, mereka dapat 'membalas' terhadap pangkalan militer AS mana pun.

Dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong kenaikan harga, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara bersama-sama disebut OPEC+, cenderung melanjutkan peningkatan produksi mulai April setelah penghentian selama tiga bulan, untuk memenuhi permintaan puncak musim panas, demikian dilaporkan Reuters.

Baca Juga: Proyek Lady Julie Berganti Tuan: Dampak Besar di Pasar Emas Australia

"Pasar bereaksi cukup baik terhadap laporan-laporan tersebut," kata Sycamore.

"Jika premi atau dukungan geopolitik itu tidak ada, harga minyak mentah kemungkinan akan diperdagangkan di bawah $60 pagi ini," katanya, merujuk pada WTI.

Aktivitas di pasar keuangan global diperkirakan akan lesu pada hari Senin karena China, Korea Selatan, dan Taiwan tutup untuk liburan.

Selanjutnya: Kulit Bayi Rentan Iritasi, Penggunaan Krim Bisa Jadi Solusinya

Menarik Dibaca: Kulit Bayi Rentan Iritasi, Penggunaan Krim Bisa Jadi Solusinya




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×