kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

G7 Pertimbangkan Pelepasan Cadangan Minyak Darurat untuk Redam Lonjakan Harga Energi


Senin, 09 Maret 2026 / 14:36 WIB
G7 Pertimbangkan Pelepasan Cadangan Minyak Darurat untuk Redam Lonjakan Harga Energi
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Angus Mordant)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para menteri keuangan dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi pada Senin.

Langkah ini dipertimbangkan sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi.

Menurut laporan media internasional, diskusi tersebut akan melibatkan koordinasi dengan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) yang memiliki mekanisme pelepasan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar energi global saat terjadi krisis pasokan.

Dukungan Awal dari Beberapa Negara G7

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa setidaknya tiga negara anggota G7, termasuk Amerika Serikat, telah menyatakan dukungan awal terhadap gagasan pelepasan cadangan minyak darurat. Usulan tersebut akan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan para menteri keuangan G7.

Baca Juga: Perang Iran Ganggu Pasokan Minyak, Kebijakan Bank Sentral Global Bakal Berbalik Arah?

Dalam pertemuan tersebut, para menteri juga dijadwalkan melakukan panggilan konferensi bersama Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, guna membahas dampak konflik yang melibatkan Iran terhadap stabilitas pasar energi global.

Diskusi ini menjadi penting mengingat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga Minyak Melonjak Tajam

Laporan ini muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia yang meningkat lebih dari 25% pada Senin, mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan tajam ini dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  • Pengurangan pasokan oleh sejumlah produsen minyak utama.

  • Kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur pengiriman minyak.

  • Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan strategis bagi perdagangan energi dunia.

Baca Juga: IMF Peringatkan Risiko Inflasi Global Akibat Konflik Timur Tengah

Ketidakpastian geopolitik tersebut membuat pelaku pasar khawatir terhadap potensi gangguan jangka panjang pada rantai pasokan energi global, terutama di jalur pelayaran penting yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar internasional.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, pihak IEA maupun presidensi G7 belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pembahasan pelepasan cadangan minyak darurat. Permintaan komentar yang diajukan di luar jam kerja normal belum mendapatkan respons.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×