Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Bank sentral Australia kembali menaikkan suku bunga acuan di tengah tekanan inflasi yang belum mereda.
Namun, keputusan ini diambil dengan selisih suara yang sangat tipis, menandakan arah kebijakan ke depan masih belum pasti.
Dalam rapat kebijakan Maret, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,10%.
Ini menjadi kenaikan kedua secara beruntun sekaligus membawa suku bunga ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir.
Baca Juga: Bank Sentral Australia Kembali Peringatkan Inflasi Masih Terlalu Tinggi
Kenaikan ini juga secara efektif membalikkan dua dari tiga pemangkasan suku bunga yang dilakukan tahun lalu.
Meski begitu, keputusan tersebut tidak bulat. Dari total anggota dewan, lima orang mendukung kenaikan suku bunga, sementara empat lainnya menolak.
Ini menjadi salah satu keputusan paling ketat sejak bank sentral mulai membuka hasil voting ke publik.
RBA menegaskan, kenaikan suku bunga masih diperlukan untuk menahan laju inflasi.
Inflasi inti Australia tercatat di level 3,4%, masih berada di atas target bank sentral yang berkisar 2% hingga 3%.
Sinyal kehati-hatian juga terlihat dari pernyataan pejabat RBA sebelumnya yang menyebut keputusan dalam rapat kali ini sebagai terbuka.
Baca Juga: Bank Sentral Australia (RBA) Kecam Bursa Efek Australia (ASX), Ini Alasannya
Artinya, peluang kenaikan maupun penahanan suku bunga sama-sama besar.
Kondisi ini membuat arah kebijakan moneter ke depan masih akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi dan data ekonomi berikutnya.













