Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bank sentral Australia kembali menegaskan bahwa tekanan inflasi masih berada pada level yang terlalu tinggi dan memerlukan kebijakan yang tegas.
Hal ini disampaikan oleh pejabat senior Reserve Bank of Australia (RBA) pada Rabu (11/2/2026), menyusul keputusan bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Baca Juga: Inflasi Konsumen China Naik 0,2% pada Januari, Deflasi Produsen Mulai Mereda
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan bahwa meskipun banyak sektor ekonomi Australia menunjukkan kinerja yang cukup baik, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mulai terbentur oleh keterbatasan kapasitas.
Menurutnya, pembuat kebijakan siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan inflasi ke tingkat yang lebih terkendali.
Pernyataan tersebut disampaikan Hauser dalam sebuah jamuan makan siang bersama kalangan pelaku usaha.
Ia menegaskan bahwa RBA tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga, meskipun kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menekan aktivitas ekonomi.
Pekan lalu, RBA menaikkan suku bunga acuan (cash rate) sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Kenaikan ini sekaligus membalikkan satu dari tiga pemangkasan suku bunga yang dilakukan tahun lalu.
Baca Juga: Yen Menguat Rabu (11/2) Pagi, Dolar Goyah Jelang Data Tenaga Kerja AS
Bank sentral juga membuka peluang pengetatan lanjutan apabila laju inflasi tidak melambat sesuai dengan proyeksi.
Langkah tersebut menegaskan sikap waspada RBA terhadap risiko inflasi yang masih membandel, di tengah upaya menyeimbangkan antara pengendalian harga dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Australia.













