kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.807   -23,00   -0,14%
  • IDX 8.266   133,82   1,65%
  • KOMPAS100 1.166   20,62   1,80%
  • LQ45 839   9,53   1,15%
  • ISSI 295   6,69   2,32%
  • IDX30 434   3,42   0,79%
  • IDXHIDIV20 518   -0,77   -0,15%
  • IDX80 130   2,13   1,66%
  • IDXV30 142   1,03   0,73%
  • IDXQ30 140   -0,08   -0,06%

Bank Sentral Australia Kembali Peringatkan Inflasi Masih Terlalu Tinggi


Rabu, 11 Februari 2026 / 09:15 WIB
Bank Sentral Australia Kembali Peringatkan Inflasi Masih Terlalu Tinggi
ILUSTRASI. Dolar Australia (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral Australia kembali menegaskan bahwa tekanan inflasi masih berada pada level yang terlalu tinggi dan memerlukan kebijakan yang tegas.

Hal ini disampaikan oleh pejabat senior Reserve Bank of Australia (RBA) pada Rabu (11/2/2026), menyusul keputusan bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Baca Juga: Inflasi Konsumen China Naik 0,2% pada Januari, Deflasi Produsen Mulai Mereda

Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan bahwa meskipun banyak sektor ekonomi Australia menunjukkan kinerja yang cukup baik, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mulai terbentur oleh keterbatasan kapasitas.

Menurutnya, pembuat kebijakan siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan inflasi ke tingkat yang lebih terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Hauser dalam sebuah jamuan makan siang bersama kalangan pelaku usaha.

Ia menegaskan bahwa RBA tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga, meskipun kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menekan aktivitas ekonomi.

Pekan lalu, RBA menaikkan suku bunga acuan (cash rate) sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Kenaikan ini sekaligus membalikkan satu dari tiga pemangkasan suku bunga yang dilakukan tahun lalu.

Baca Juga: Yen Menguat Rabu (11/2) Pagi, Dolar Goyah Jelang Data Tenaga Kerja AS

Bank sentral juga membuka peluang pengetatan lanjutan apabila laju inflasi tidak melambat sesuai dengan proyeksi.

Langkah tersebut menegaskan sikap waspada RBA terhadap risiko inflasi yang masih membandel, di tengah upaya menyeimbangkan antara pengendalian harga dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Australia.

Selanjutnya: Prabowo Bertemu 5 Konglomerat Selama 4,5 Jam di Hambalang, Ini yang Dibicarakan

Menarik Dibaca: 8 Film Horor Romantis Siap Bikin Baper dan Merinding Barengan Malam Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×