kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Yen Menguat Rabu (11/2) Pagi, Dolar Goyah Jelang Data Tenaga Kerja AS


Rabu, 11 Februari 2026 / 09:02 WIB
Yen Menguat Rabu (11/2) Pagi, Dolar Goyah Jelang Data Tenaga Kerja AS
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen Jepang bertahan di zona penguatan pada Rabu (11/2/2026), didukung reli pasar saham Jepang dan keyakinan investor bahwa kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu memberi ruang politik yang kuat untuk menjalankan kebijakan fiskal yang lebih bertanggung jawab.

Di sisi lain, dolar AS bergerak tidak stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan utama AS, non-farm payrolls, yang dinanti pasar pada Rabu, setelah sejumlah data terbaru mengindikasikan perlambatan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga: Harga Emas dan Perak Naik Rabu (11/2) Pagi, Seiring Turunnya Imbal Hasil AS

Yen menguat 0,1% terhadap dolar AS ke level 154,22, melanjutkan kenaikan sekitar 1% pada sesi sebelumnya, yang juga disertai penguatan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Euro diperdagangkan di level 183,60 yen, setelah anjlok 1,2% pada Selasa. Sementara itu, pound sterling memperpanjang pelemahan sehari sebelumnya terhadap yen dan turun 0,2% ke 210,17 yen. Aktivitas perdagangan di Asia relatif sepi karena pasar Jepang libur.

Kepala riset makro Asia (di luar Jepang) Mizuho, Vishnu Varathan, mengatakan kemenangan besar Takaichi memberi pemerintah kendali lebih kuat terhadap aspek negatif pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB) dan tekanan terhadap yen yang selama ini dikenal sebagai bagian dari “Takaichi trade”.

“Dengan mandat politik yang kuat, Takaichi memiliki ruang untuk menerapkan kebijakan fiskal yang lebih koheren dan masuk akal secara angka. Keraguan pasar terhadap arah fiskal pun berkurang,” ujarnya.

Sejak kemenangan Takaichi, yen dan obligasi pemerintah Jepang sama-sama menguat, sementara investor global juga memborong saham Jepang dengan ekspektasi stimulus akan mengalir ke konsumen dan dunia usaha.

Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Aksi Aneh Iran di Fasilitas Nuklir, Ada Apa?

Arus dana asing ke pasar saham Jepang turut meningkatkan permintaan terhadap yen.

Analis valuta asing dan suku bunga Nomura, Yusuke Miyairi, mengatakan pasangan dolar/yen berpotensi turun ke kisaran 150 apabila selisih suku bunga AS–Jepang terus menyempit dan investor semakin menilai pemerintahan Takaichi sebagai lebih disiplin secara fiskal.

Fokus Pasar ke Data Non-Farm Payrolls

Di pasar global, perhatian investor pada Rabu tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, dengan ekspektasi pertumbuhan non-farm payrolls sekitar 70.000 pada Januari. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%.

Menjelang rilis data tersebut, dolar berada di bawah tekanan. Euro naik tipis 0,04% ke US$1,1899, sementara pound sterling menguat sedikit ke US$1,3646.

Baca Juga: Super Bowl LX Cetak Rekor, Aksi Bad Bunny Raup Lebih dari 4 Miliar Tayangan Medsos

Semalam, data AS menunjukkan penjualan ritel Desember lebih lemah dari perkiraan, sementara laporan terpisah mengindikasikan pertumbuhan biaya tenaga kerja melambat secara tak terduga pada kuartal IV.

“Belanja ritel AS mengecewakan pada Desember, dan momentum konsumsi selanjutnya sangat bergantung pada perbaikan pasar tenaga kerja, sehingga laporan ketenagakerjaan Januari menjadi sangat krusial,” tulis analis OCBC dalam catatannya.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan pada Senin bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS ke depan berpotensi lebih kecil, seiring melambatnya pertumbuhan populasi dan meningkatnya produktivitas.

Pasar kini memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve sekitar 60 basis poin hingga Desember, meskipun sejumlah pejabat bank sentral menyatakan suku bunga kemungkinan masih akan dipertahankan untuk beberapa waktu.

Terhadap sekeranjang mata uang utama, indeks dolar turun 0,12% ke 96,80. Sementara itu, dolar Australia naik 0,16% ke US$0,7086, dan dolar Selandia Baru menguat 0,11% ke US$0,60495.

Selanjutnya: Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Menarik Dibaca: Rekomendasi Bedak Tahan Lama Terbaik Wajib Coba: Wajah Bebas Kilap Seharian!




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×