Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak menguat pada Rabu (11/2/2026) setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) turun, menyusul data yang menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel AS pada Desember terhenti.
Data tersebut memberi sinyal pelemahan ekonomi menjelang rilis data ketenagakerjaan utama AS.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,3% ke level US$5.038,73 per ons troi pada pukul 00.59 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,6% menjadi US$5.060,60 per ons.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Aksi Aneh Iran di Fasilitas Nuklir, Ada Apa?
Harga perak spot melonjak 1% ke US$81,49 per ons troi, bangkit setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.
Imbal hasil obligasi AS turun pada Selasa setelah serangkaian data ekonomi mengindikasikan perlambatan ekonomi, yang memberi ruang lebih besar bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.
Turunnya imbal hasil menurunkan biaya peluang memegang aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus biasanya disertai sinyal makroekonomi yang mendukung harga logam.
Data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga stagnan pada Desember, seiring rumah tangga mengurangi belanja kendaraan bermotor dan barang bernilai besar lainnya.
Baca Juga: Saham CSL Anjlok ke Level Terendah Delapan Tahun Usai Laba Ambles dan CEO Mundur
Kondisi ini berpotensi membawa konsumsi dan perekonomian AS ke jalur pertumbuhan yang lebih lambat pada awal tahun.
Meski demikian, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menyatakan, bank sentral AS tidak berada dalam posisi mendesak untuk mengubah kebijakan suku bunga tahun ini, dengan prospek ekonomi yang dinilainya “optimistis secara hati-hati”.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, logam mulia seperti emas cenderung berkinerja lebih baik.
Baca Juga: Super Bowl LX Cetak Rekor, Aksi Bad Bunny Raup Lebih dari 4 Miliar Tayangan Medsos
Investor juga menanti rilis laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) AS untuk Januari yang dijadwalkan keluar pada Rabu, serta data inflasi pada Jumat, guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Di sisi lain, minat terhadap emas juga meningkat di India. Data industri menunjukkan investor India memborong exchange-traded funds (ETF) emas pada Januari, seiring lonjakan harga dan meningkatnya risiko geopolitik, bahkan melampaui arus dana ke reksa dana saham untuk pertama kalinya.
Untuk logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 0,6% menjadi US$2.098,78 per ons troi, sementara palladium menguat 0,2% ke US$1.712,25 per ons troi.













