Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada Kamis (5/2/2026), mendekati level tertinggi dalam sepekan, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran ekonomi global yang mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai. Kenaikan juga terjadi pada harga perak, platinum, dan paladium.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 1,1% ke level US$5.016,89 per ons troi pada pukul 00.39 GMT. Pekan lalu, emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons troi.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 1,8% ke US$5.036,80 per ons troi.
Baca Juga: Skandal Epstein: Dokumen Baru Ungkap Sisi Gelap Bill Gates?
Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan sepakat menggelar perundingan di Oman pada Jumat.
Meski demikian, kedua negara masih berbeda pandangan, terutama terkait tuntutan Washington agar pembahasan mencakup persenjataan misil Iran, sementara Teheran bersikeras negosiasi hanya fokus pada program nuklir.
Dukungan tambahan terhadap harga emas datang dari data ekonomi AS. Laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Januari hanya bertambah 22.000 orang, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 48.000 orang.
Pelemahan pasar tenaga kerja ini dinilai memperkuat peluang pemangkasan suku bunga guna menopang penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Alphabet Siap Gandakan Capex 2026, Dorong Ekspansi AI dan Cloud
Presiden AS Donald Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa suku bunga acuan AS akan segera diturunkan oleh Federal Reserve (The Fed).
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dirinya tidak memiliki pandangan mengenai kewenangan konstitusional presiden untuk memberhentikan pimpinan atau anggota dewan The Fed.
Saat ini, Mahkamah Agung AS tengah mempertimbangkan upaya Trump untuk mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook.
Cook sebelumnya menyatakan kebijakan suku bunga saat ini hanya bersifat sedikit ketat dan mengisyaratkan perlunya kehati-hatian sebelum melanjutkan pemangkasan suku bunga.
Baca Juga: Air Cambodia Pesan 10 Pesawat Boeing 737 MAX, Hubungan Kamboja - AS Kian Mesra
Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga The Fed akan terjadi pada 2026. Investor juga menantikan rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk Desember, yang dijadwalkan keluar lebih lambat akibat penutupan sebagian pemerintahan AS.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung tampil lebih menarik bagi investor.
Sementara itu, harga perak spot melonjak 2,1% ke US$89,88 per ons troi, setelah menyentuh rekor tertinggi US$121,64 pekan lalu.
Harga platinum juga naik 2,1% ke US$2.272,55 per ons troi, setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.918,80 pada 26 Januari. Adapun paladium menguat 0,7% ke level US$1.787,55 per ons troi.













