Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID. Diskon harga emas fisik di India melebar ke level terdalam dalam 10 bulan terakhir seiring lonjakan harga global yang menekan daya beli konsumen.
Sebaliknya, permintaan di China justru menguat setelah pasar kembali buka usai libur Tahun Baru Imlek.
Mengutip laporan Reuters, Kamis (26/2/2026), dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$65 per ons troi dibanding harga domestik resmi, termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%.
Baca Juga: Nintendo Siapkan Penjualan Saham US$ 1,9 Miliar, Bank Kyoto & MUFG Lepas Kepemilikan
Angka ini melonjak tajam dibanding pekan lalu yang hanya mencatat diskon hingga US$18 per ons trooi.
Ashok Jain, pemilik pedagang grosir emas berbasis di Mumbai, Chenaji Narsinghji, mengatakan harga saat ini dinilai terlalu mahal bagi pembeli ritel.
“Harga sekarang terlalu tinggi bagi banyak konsumen. Mereka belum siap membeli di level ini,” ujarnya.
Harga emas domestik India diperdagangkan di kisaran 160.000 rupee per 10 gram pada Jumat (28/2), setelah sempat menyentuh level terendah bulan ini di 133.687 rupee.
Permintaan perhiasan tercatat melemah tajam dan belum mendapat dorongan signifikan meski tengah memasuki musim pernikahan, periode yang biasanya menjadi pendorong utama pembelian emas di India.
Baca Juga: Harga Minyak Menuju Penurunan Mingguan Jumat (27/2), AS–Iran Perpanjang Perundingan
Permintaan China Menguat
Berbanding terbalik dengan India, permintaan emas fisik di China meningkat setelah pasar kembali beroperasi pasca libur Tahun Baru Imlek pada Selasa (25/2).
Emas diperdagangkan dengan premi US$12–US$13 per ons troi di atas harga spot global. Padahal pekan sebelumnya, pasar masih mencatat diskon US$8 hingga premi maksimal US$10.
Peter Fung, Head of Dealing Wing Fung Precious Metals, mengatakan premi relatif stabil saat pasar dibuka kembali dan kini permintaan fisik meningkat signifikan.
“Investor tetap melihat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dan aset safe haven,” ujarnya.
Harga emas spot global pun berada di jalur kenaikan bulan ketujuh berturut-turut, dengan penguatan lebih dari 6% sepanjang Februari.
Ketidakpastian tarif Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan AS–Iran menjadi faktor utama yang menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: Simak Prospek Kinerja Emiten Properti Grup Aguan di Tahun 2026
Pergerakan Premi di Asia
Di kawasan lain, pasar menunjukkan dinamika beragam.
Di Hong Kong, emas fisik diperdagangkan pada kisaran harga paritas hingga premi US$1,70 per ons troi. Di Jepang, emas ditawarkan dengan diskon US$10 hingga premi US$1.
Sementara di Singapura, premi melonjak ke kisaran US$3,50–US$4,80 per ons troi, dari sebelumnya diskon US$0,50 hingga premi US$2,20 pada pekan lalu.
Kondisi ini menunjukkan perbedaan respons pasar terhadap reli harga emas global. Di satu sisi, harga tinggi menekan permintaan sensitif harga seperti di India. Namun di sisi lain, sentimen safe haven justru mendorong minat beli di pasar seperti China dan Singapura.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)