Sumber: Daily Beast | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Nama besar filantropi seorang miliarder disebut tidak selalu tercermin dalam kehidupan pribadinya.
Bill Gates kini berada di bawah sorotan tajam setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis kumpulan dokumen baru terkait Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026. Dalam salah satu email tahun 2017, Epstein menuding bahwa Gates membiarkan mantan selingkuhan asal Rusia hidup dalam kondisi keuangan sulit, bahkan harus tidur di sofa rumah temannya.
Melansir The Daily Beast, Epstein juga mengklaim bahwa jika kondisi keuangan perempuan tersebut terbongkar ke publik, ceritanya bisa menggeser isu Donald Trump dari halaman utama media saat itu.
Gates (70), dengan kekayaan sekitar US$ 104 miliar dan masuk dalam jajaran 20 orang terkaya di dunia, menjadi salah satu tokoh paling menonjol yang terdampak oleh gelombang rilis berkas Epstein.
Email Epstein Ungkap Dugaan Kondisi Mantan Kekasih
Berkas Epstein menunjukkan kedekatan antara Epstein dan Gates. Dalam email yang dikirim dari akun Gmail pribadi Epstein kepada penasihat Gates, Boris Nikolic, pada Juli 2017, Epstein menulis bahwa “mantan gadis bridge” Gates, yang diduga adalah Mila Antonova, seorang pemain bridge yang hampir 30 tahun lebih muda dari Gates, berada dalam kondisi “bangkrut” dan “hampir tidak punya uang.”
Epstein mengklaim Antonova tinggal di sofa rumah temannya dan sangat membutuhkan uang, sebelum menambahkan bahwa ia sendiri sempat mengirimkan sejumlah dana kepadanya.
Dalam email yang penuh salah ketik, Epstein juga mengejek Gates dengan menyebut bahwa perempuan tersebut bahkan tidak mampu membayar AC atau bepergian untuk mengikuti kegiatan bridge.
Baca Juga: Alphabet Siap Gandakan Capex 2026, Dorong Ekspansi AI dan Cloud
“Orang terkaya di dunia begitu pelit, sampai mantan gadis bridge-nya hidup di sofa rumah teman,” tulis Epstein, seraya menyebut bahwa kisah itu bisa “menggeser Trump dari halaman depan berita.”
Dikaitkan dengan Mila Antonova
Email tersebut diduga merujuk pada Mila Antonova. Laporan Wall Street Journal pada Mei 2023 menyebut Antonova memiliki hubungan dengan Gates sekitar 2010, saat ia masih berusia 20-an.
Menurut laporan itu, Epstein kemudian bertemu Antonova pada 2013 setelah diperkenalkan oleh Nikolic dan setuju membiayai kursus pemrograman yang diikutinya. Pada 2017, Epstein kembali menghubungi Gates dan meminta penggantian biaya, yang ditafsirkan banyak pihak sebagai upaya Epstein untuk menekan atau mencari leverage terhadap Gates.
Media Inggris, Daily Telegraph, pada 2023 juga melaporkan bahwa Antonova pernah dikaitkan dengan mata-mata Rusia terkenal, Anna Chapman.
Baca Juga: Harga Kedelai: China Siap Borong 20 Juta Ton, Petani AS Untung Besar?













