kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.823   31,00   0,18%
  • IDX 8.189   41,92   0,51%
  • KOMPAS100 1.153   6,61   0,58%
  • LQ45 839   5,71   0,69%
  • ISSI 288   1,22   0,42%
  • IDX30 437   3,68   0,85%
  • IDXHIDIV20 524   3,72   0,72%
  • IDX80 129   0,91   0,71%
  • IDXV30 143   1,08   0,76%
  • IDXQ30 141   0,92   0,66%

Harga Kedelai: China Siap Borong 20 Juta Ton, Petani AS Untung Besar?


Kamis, 05 Februari 2026 / 08:22 WIB
Harga Kedelai: China Siap Borong 20 Juta Ton, Petani AS Untung Besar?
ILUSTRASI. Petani AS berpeluang untung besar! China berencana tingkatkan pembelian kedelai hingga 20 juta ton. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan China tengah mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak kedelai asal Amerika Serikat. Hal tersebut Trump ungkapkan usai pembicaraan yang ia sebut “sangat positif” dengan Presiden China Xi Jinping pada Rabu (4/2/2026). 

Panggilan ini dilakukan di tengah peringatan Beijing terhadap Washington terkait penjualan senjata ke Taiwan.

Reuters melaporkan, sebagai isyarat niat baik menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing dalam dua bulan ke depan, Trump menyebut Xi mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian kedelai AS menjadi 20 juta metrik ton pada musim ini, dari sebelumnya sekitar 12 juta ton. Kabar ini langsung mendorong harga kontrak berjangka kedelai melonjak.

Beberapa jam setelah Xi melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Xi dan Trump membahas Taiwan serta berbagai isu perdagangan dan keamanan yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Keduanya juga menegaskan pentingnya hubungan pribadi mereka demi menjaga stabilitas hubungan bilateral.

Trump menulis di Truth Social bahwa pembicaraan tersebut “sangat positif” dan menyebut hubungannya dengan Xi “sangat baik”. Sementara itu, akun resmi pemerintah China mengutip pernyataan Xi yang menegaskan bahwa ia “memberikan perhatian besar terhadap hubungan AS–China”.

Meski Trump kerap menyebut China sebagai faktor di balik sejumlah kebijakan keras AS, dalam beberapa bulan terakhir ia juga melonggarkan sikap terhadap Beijing di sejumlah bidang, mulai dari tarif hingga pembatasan teknologi seperti chip canggih dan drone.

Baca Juga: Boeing PHK 300 Pekerja di Rantai Pasok Unit Pertahanan

Taiwan Jadi Titik Sensitif

Salah satu sumber ketegangan utama adalah isu Taiwan. Amerika Serikat pada Desember mengumumkan paket penjualan senjata terbesar sepanjang sejarah ke Taiwan, senilai US$ 11,1 miliar. Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taipei menolak klaim tersebut.

Amerika Serikat memang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China, tetapi tetap menjalin hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan menjadi pemasok senjata utama bagi pulau tersebut. AS juga terikat undang-undang untuk membantu Taiwan mempertahankan diri.

“Amerika Serikat harus menangani penjualan senjata ke Taiwan dengan sangat hati-hati,” demikian pernyataan China dalam ringkasan resmi pertemuan.

Kedelai, Pesawat, dan Energi

Di bidang ekonomi, tarif impor masih menjadi alat utama Trump untuk mendorong kebangkitan manufaktur domestik. Wakil Presiden AS JD Vance juga mengumumkan rencana blok perdagangan preferensial untuk mineral kritis, sebagai upaya mengurangi ketergantungan AS terhadap China.

Kedelai menjadi isu penting karena petani AS merupakan basis politik utama Trump, sementara China adalah konsumen terbesar dunia. Ekspor kedelai AS ke luar negeri tahun ini turun ke level terendah dalam 14 tahun akibat ketegangan dagang. Harga kedelai di Chicago Board of Trade melonjak lebih dari 3% ke level tertinggi dalam dua bulan.

Namun, analis menilai pasokan AS mungkin tidak cukup untuk menambah ekspor ke China sebesar 8 juta ton sekaligus memenuhi permintaan dari pembeli lain. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga dan membuka peluang bagi Brasil untuk mengambil sebagian pangsa pasar.

Tonton: ANTM Tegaskan Kenaikan HPE Emas Tak Pengaruhi Penjualan, Fokus Pasar Domestik

Selain kedelai, Trump mengatakan pembicaraan juga mencakup isu Iran, perang Rusia–Ukraina, mesin pesawat, serta minyak dan gas.

China selama ini merupakan pembeli utama minyak Venezuela. Setelah Amerika Serikat menggulingkan Presiden Nicolas Maduro bulan lalu, Washington memberi sinyal bahwa pembelian minyak Venezuela oleh China akan berada di bawah ketentuan AS.

Selanjutnya: Boeing PHK 300 Pekerja di Rantai Pasok Unit Pertahanan

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Renang, Bikin Otak Sehat, Mental Tenang dan Tidur Pulas




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×