kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Bank Dunia Wanti-wanti: Pertumbuhan Global Terlalu Lemah Entaskan Kemiskinan


Rabu, 14 Januari 2026 / 07:59 WIB
Bank Dunia Wanti-wanti: Pertumbuhan Global Terlalu Lemah Entaskan Kemiskinan
ILUSTRASI. Ilustrasi uang dolar atau dollar dengan bendera amerika (KONTAN/Muradi)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi global terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan. Pertumbuhan PDB 2026 diperkirakan sedikit membaik dari proyeksi Juni lalu, naik menjadi 2,6% dari 2,7% pada tahun 2025, menurut laporan Prospek Ekonomi Global setengah tahunan Bank Dunia yang dirilis pada hari Selasa (13/1). 

Seperti dikutip Reuters, kemarin (13/1), pertumbuhan output global akan sedikit melambat menjadi 2,6% tahun ini dari 2,7% pada tahun 2025,  sebelum kembali meningkat menjadi 2,7% pada tahun 2027.

Baca Juga: PDB Singapura Melonjak 5,7% di Akhir 2025, AI dan Tarif AS Pemicu

Bank Dunia mengatakan sekitar dua pertiga dari revisi ke atas mencerminkan pertumbuhan yang lebih baik dari yang diperkirakan di AS. Meskipun terjadi gangguan perdagangan akibat tarif. 

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan PDB AS akan mencapai 2,2% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 2,1% pada tahun 2025. 

Namun, lembaga tersebut memperingatkan bahwa pertumbuhan terlalu terkonsentrasi di negara-negara maju dan secara keseluruhan terlalu lemah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem.

"Dengan setiap tahun yang berlalu, ekonomi global menjadi semakin kurang mampu menghasilkan pertumbuhan dan tampaknya lebih tangguh terhadap ketidakpastian kebijakan," kata Indermit Gill, kepala ekonom Bank Dunia, dalam sebuah pernyataan.

Gill menambahkan bahwa PDB per kapita global pada tahun 2025 10% lebih tinggi daripada menjelang pandemi COVID-19 - menandai pemulihan tercepat dari krisis besar dalam 60 tahun terakhir.

Tetapi dia mengatakan banyak negara berkembang tertinggal, dengan seperempat dari mereka dibebani dengan pendapatan per kapita yang lebih rendah daripada pada tahun 2019, terutama negara-negara termiskin.

Selanjutnya: Harga Minyak Mentah Merosot, Prospek Kinerja Medco Energi (MEDC) Tetap Berotot

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Rabu (14/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×