Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BENGALURU. JP Morgan pada Selasa (17/3/2026) menunda perkiraannya terkait pemangkasan suku bunga berikutnya oleh Bank of England (BoE) hingga kuartal pertama 2027, dengan alasan tekanan inflasi yang meningkat akibat harga energi yang tinggi.
Sebelumnya, perusahaan sekuritas ini memperkirakan pemangkasan 25 basis poin masing-masing pada bulan April dan Juni. Namun, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan penutupan efektif Selat Hormuz mendorong harga energi global naik, yang berpotensi meningkatkan risiko inflasi di seluruh Eropa. Akibatnya, sejumlah broker besar menyesuaikan kembali perkiraan kebijakan BoE.
Barclays juga pada Senin memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tahun ini.
Baca Juga: Bank China Alihkan Kredit ke Sektor Teknologi
J.P. Morgan menyatakan Bank of England (BoE) diperkirakan tidak akan menurunkan atau menaikkan suku bunga untuk jangka waktu yang cukup lama. Ini karena biaya energi yang tinggi dapat menunda pencapaian target inflasi 2% BoE. JP Morgan juga menaikkan perkiraan inflasi rata-rata kuartal keempat menjadi 2,9% dari 2,2%, memperingatkan bahwa inflasi mungkin tidak kembali normal hingga jauh ke 2027.
Selain itu, JP Morgan menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB Inggris 2026 menjadi 0,6% dari 0,8%, dengan alasan tekanan pendapatan riil akibat tagihan energi yang akan meningkat tajam pada Juli dan tetap tinggi hingga musim dingin mendatang.
Pertemuan kebijakan moneter BoE berikutnya dijadwalkan pada Rabu, dan data LSEG menunjukkan trader memperkirakan 98,1% kemungkinan suku bunga tetap tidak berubah.
“BoE mengakui bahwa suku bunga masih bersifat restriktif pada pertemuan minggu ini, dan mempertahankan bias pelonggaran ringan. Namun prospek pelonggaran lebih lanjut kemungkinan akan terdorong jauh dari agenda jangka pendek BoE,” tambah JP Morgan.













