Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham-saham Australia menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) pagi, dengan indeks S&P/ASX 200 mencatat kenaikan tipis didorong oleh reli kuat pada saham sektoral pertambangan.
Sementara investor bersiap menyambut data inflasi terbaru yang dinilai penting bagi arah kebijakan moneter berikutnya.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik sekitar 0,3–0,4% setelah data inflasi yang lebih lembut dari ekspektasi disambut baik oleh pasar.
Baca Juga: Neymar Perpanjang Kontrak Bersama Santos hingga 2026, Bidik Kembali ke Piala Dunia
Hasil itu membantu meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dalam waktu dekat.
Sektor pertambangan memimpin penguatan pasar, dengan saham-saham bahan tambang mencapai level tertinggi, didukung oleh harga komoditas yang kuat.
Perusahaan tambang besar seperti BHP Group dan Rio Tinto masing-masing mencatat kenaikan sekitar 0,4–0,6%.
Saham pertambangan naik seiring sentimen positif komoditas dan permintaan global yang tetap solid.
Selain itu, saham-saham emas juga mencatat penguatan karena investor tetap memanfaatkan logam mulia sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik setelah tindakan militer AS di Venezuela.
Namun, saham energi justru melemah mengikuti penurunan harga minyak di pasar global akibat prospek pasokan yang cukup luas.
Baca Juga: Pertumbuhan Sektor Jasa Jepang Melambat pada Desember, PMI Tunjukkan Tekanan Biaya
Sementara itu, sektor finansial bergerak datar karena investor menunggu kunci laporan data inflasi Australia untuk memahami arah kebijakan moneter selanjutnya.
Para pelaku pasar kini memantau tingkat inflasi inti yang diharapkan menunjukkan tren penurunan, yang dapat memengaruhi langkah RBA dalam menetapkan suku bunga pada rapat berikutnya.
Di pasar regional, indeks saham Selandia Baru S&P/NZX 50 juga mencatat penguatan ringan, mengikuti sentimen positif pasar ekuitas global.













