Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Paus Leo mengatakan konflik yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah menguji hubungan antara umat Yahudi dan Kristen.
Perbedaan pandangan mengenai kekerasan yang berlangsung di kawasan tersebut turut memperumit dialog antaragama, meski belum memutus komunikasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Leo dalam dekret baru yang menandai 60 tahun upaya Gereja Katolik membangun dialog antaragama.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv Usai DPR AS Loloskan Rancangan Sanksi Baru
Dalam dekret tersebut, Gereja Katolik kembali menegaskan penolakannya terhadap antisemitisme dan Islamofobia.
"Konflik yang meletus di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah meninggalkan jejak pada dialog Yahudi-Kristen," demikian isi dekret yang disusun tiga kantor utama Vatikan dan disetujui Leo, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/9).
"Berbagai saluran komunikasi telah mengalami tekanan. Namun, pilar-pilar dialog antarumat beriman yang dibangun melalui 60 tahun upaya bersama tetap kokoh. Di atas fondasi ini, dialog dapat dan harus terus dibangun," lanjutnya.
Dekret tersebut diterbitkan untuk memperingati 60 tahun dokumen Gereja Katolik pada 1965 yang dinilai berperan dalam memperbaiki hubungan Yahudi dan Kristen setelah berabad-abad mengalami ketegangan.
Baca Juga: Harga Minyak Terus Melemah, Kekhawatiran Gangguan Pasokan Mereda
Dokumen terbaru itu tidak menyebut secara spesifik konflik Timur Tengah tertentu.
Leo, yang merupakan paus pertama kelahiran Amerika Serikat, sebelumnya juga mengkritik perang Iran. Sikap tersebut bahkan mendapat tanggapan dari Presiden AS Donald Trump melalui media sosial.
Tegaskan Penolakan Antisemitisme dan Islamofobia
Dalam dekret tersebut, Gereja Katolik menyebut perjuangan melawan antisemitisme sebagai "perjuangan bersama" bagi umat Yahudi dan Kristen.
Gereja juga menegaskan bahwa sikap Islamofobia tidak dapat membedakan antara tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok ekstremis dan kehidupan sehari-hari umat Muslim di seluruh dunia.
Baca Juga: Produksi Beras India Hadapi Penurunan Terbesar dalam 2 Dekade, Stok Menopang Ekspor
Pernyataan tersebut menegaskan kembali posisi Gereja Katolik bahwa dialog antaragama tetap perlu dipertahankan meski konflik dan perbedaan pandangan politik maupun sosial dapat meningkatkan ketegangan di antara komunitas agama.














