Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv dan sejumlah kota di Ukraina pada Kamis (27/8/2026) dini hari. Serangan yang berlangsung selama berjam-jam tersebut menyasar gudang, pelabuhan, fasilitas energi, industri, hingga infrastruktur lainnya.
Serangan berlangsung hingga pagi hari dan membuat sistem pertahanan udara Ukraina terus bekerja menghadapi gelombang serangan drone bertenaga jet.
Warga Kyiv yang hendak beraktivitas pada pagi hari dilaporkan berjalan menuju tempat kerja di tengah suara keras sistem pertahanan udara yang berusaha menembak jatuh drone yang menyerang kota dalam beberapa gelombang.
Serangan semalam mencakup sejumlah rudal balistik serta 258 drone. Namun, pihak Ukraina tidak merinci jumlah rudal balistik yang diluncurkan Rusia.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan serangan tersebut menyasar sejumlah infrastruktur penting.
"Semalam, Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina, dengan menargetkan pelabuhan, penyimpanan gandum, energi, industri, dan infrastruktur lainnya menggunakan rudal balistik dan hipersonik serta drone tempur," kata Sybiha melalui X.
Baca Juga: Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris, Ketegangan Semakin Meningkat
Rusia dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan udaranya terhadap Ukraina. Kota-kota di Ukraina dihantam dengan jumlah rudal balistik dan drone bertenaga jet yang semakin besar, sementara Ukraina menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan awal pekan ini bahwa Ukraina baru-baru ini menerima sejumlah kecil rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat. Sistem tersebut mampu menghancurkan rudal balistik yang bergerak cepat dan dikenal sulit untuk dicegat.
Dalam pernyataan pada Kamis, Angkatan Udara Ukraina menyebut pasukannya berhasil menembak jatuh tujuh rudal balistik, satu rudal jelajah antikapal, serta hampir 90% drone yang digunakan dalam serangan tersebut.
Korban dan Kerusakan Tersebar di Sejumlah Wilayah
Serangan Rusia juga menimbulkan korban dan kerusakan di berbagai wilayah Ukraina.
Di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, satu orang tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan pada siang hari terhadap sebuah pusat perbelanjaan. Informasi tersebut disampaikan Gubernur Regional Kharkiv Oleh Syniehubov.
Sementara itu, di Kyiv, puing-puing serangan jatuh di setidaknya dua distrik. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sebuah sekolah mengalami kerusakan, sementara jendela sebuah fasilitas layanan kesehatan pecah.
Klitschko juga mengatakan dua orang terluka dalam serangan yang berlangsung pada siang hari.
Baca Juga: Perang Iran Masuk Babak Akhir, Sanksi AS Terancam Buntu Hadapi China dan India
Di wilayah sekitar Kyiv, dua orang lainnya terluka setelah serangan merusak gudang dan sejumlah rumah pribadi. Rekaman Reuters TV memperlihatkan kepulan asap besar membubung dari sebuah gudang di wilayah tersebut.
Serangan udara juga menyasar kawasan Poltava di Ukraina tengah. Gubernur setempat mengatakan fasilitas industri dan energi menjadi target serangan, yang menyebabkan pasokan listrik terputus di tujuh permukiman.
Di Kryvyi Rih, kota yang dikenal sebagai pusat industri baja dan pertambangan sekaligus kota kelahiran Zelenskiy, tiga orang terluka setelah serangan rudal menghantam sebuah fasilitas industri.
Sementara itu, tiga orang lainnya terluka di Zaporizhzhia, Ukraina selatan, setelah serangan menghantam fasilitas produksi yang tidak disebutkan secara spesifik oleh otoritas setempat.
Di wilayah Odesa, serangan yang berlangsung selama berjam-jam menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, fasilitas pendidikan, dan sebuah gedung bertingkat. Tiga orang dilaporkan terluka.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya telah menyerang pabrik baja di Kryvyi Rih dan Zaporizhzhia, sebuah kilang minyak di wilayah Poltava, pusat logistik di sekitar Kyiv, serta tiga pelabuhan di wilayah Odesa.
Drone Rusia Masuk Wilayah Moldova
Dampak serangan juga meluas hingga negara tetangga Ukraina.
Baca Juga: Jumlah Anak Muda Inggris yang Tak Bekerja atau Sekolah Turun di Bawah 1 Juta
Enam drone Rusia dilaporkan melintasi wilayah udara Moldova. Otoritas setempat menyebut kondisi tersebut mendorong Presiden Moldova Maia Sandu untuk mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi.
"mengecam keras intimidasi ini," kata Sandu.
Salah satu drone bahkan ditemukan di wilayah Moldova.
Di sisi lain, serangan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah Rusia. Sebuah serangan drone pada malam hari di Rusia tengah merusak kompleks logistik milik perusahaan ritel daring Ozon.
Ozon menyatakan insiden tersebut terjadi pada Kamis dan menjadi serangan terbaru yang diduga dilakukan Ukraina terhadap perusahaan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Peningkatan serangan udara dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan eskalasi perang Rusia-Ukraina masih terus berlangsung, dengan infrastruktur energi, industri, logistik, dan fasilitas ekonomi menjadi salah satu sasaran utama.














