kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Jumlah Anak Muda Inggris yang Tak Bekerja atau Sekolah Turun di Bawah 1 Juta


Kamis, 27 Agustus 2026 / 17:04 WIB
Jumlah Anak Muda Inggris yang Tak Bekerja atau Sekolah Turun di Bawah 1 Juta
ILUSTRASI. Jumlah anak muda di Inggris yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan turun  (DOK/Shutterstock)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Jumlah anak muda di Inggris yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan atau dikenal sebagai Not in Employment, Education or Training (NEET) turun di bawah 1 juta pada kuartal II-2026. Penurunan ini terjadi setelah jumlahnya mencapai level tertinggi sejak 2013 pada tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data resmi Office for National Statistics (ONS) yang dirilis Kamis (27/8/2026), terdapat 981.000 orang berusia 16-24 tahun yang masuk kategori NEET pada periode April-Juni 2026.

Jumlah tersebut turun dari 1,011 juta orang pada kuartal I-2026. Persentasenya juga menyusut menjadi 13,0% dari seluruh kelompok usia tersebut, dibandingkan 13,5% pada kuartal sebelumnya.

Meski mengalami penurunan secara kuartalan, persoalan anak muda yang berada di luar pasar kerja maupun pendidikan masih menjadi perhatian di Inggris.

Sejak pandemi Covid-19, proporsi penduduk berusia 16-24 tahun yang tidak bekerja atau menempuh pendidikan meningkat hingga menjadi salah satu yang tertinggi di Eropa.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Putaran Tarif Baru untuk Semikonduktor

Menteri Pekerjaan dan Pensiun Inggris Pat McFadden mengatakan pemerintah menjadikan persoalan rendahnya aktivitas anak muda sebagai salah satu prioritas.

"Angka-angka terbaru ini menegaskan mengapa kami menjadikan penanganan ketidakaktifan anak muda sebagai prioritas," ujar McFadden, seraya menyoroti program penempatan pengalaman kerja baru bagi pengangguran jangka panjang.

Pemerintah Inggris sebelumnya juga mengindikasikan kemungkinan membatasi kenaikan upah minimum bagi pekerja berusia 18-20 tahun.

Risiko "Generasi yang Hilang"

Persoalan NEET di Inggris sebelumnya mendapat perhatian serius setelah laporan yang disusun mantan menteri Alan Milburn pada Mei memperingatkan risiko munculnya "generasi yang hilang".

Laporan tersebut memperkirakan jumlah anak muda yang masuk kategori NEET berpotensi mencapai satu dari enam orang dalam kelompok usia tersebut dalam waktu lima tahun.

Milburn dalam laporannya menilai sistem kesejahteraan sosial turut "memperburuk ketidakaktifan". Namun, laporan tersebut juga menyoroti penurunan tajam jumlah pekerjaan tingkat awal bagi pekerja dengan keterampilan rendah dan menengah.

Penurunan tersebut mencakup pekerjaan paruh waktu yang selama ini menjadi pintu masuk bagi anak muda, seperti pekerjaan pada hari Sabtu bagi pelajar.

Kondisi tersebut terjadi meskipun pasar tenaga kerja Inggris secara umum relatif kuat selama sebagian besar dekade terakhir.

Data ONS terbaru menunjukkan jumlah anak muda yang masuk kategori NEET masih meningkat 30.000 orang dibandingkan setahun sebelumnya.

Baca Juga: Bessent dan Warsh Berseberangan, Siapa yang Akan Menentukan Arah Suku Bunga AS?

Lowongan Kerja untuk Anak Muda Menurun

Tantangan bagi pekerja muda Inggris juga terlihat dari berkurangnya kesempatan kerja yang tersedia.

Survei Work Foundation dari Lancaster University yang dirilis awal pekan ini menunjukkan hampir separuh perusahaan menengah dan besar memiliki lebih sedikit lowongan untuk pekerja muda dibandingkan setahun sebelumnya.

Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi dalam dunia kerja.

Selain itu, Confederation of British Industry (CBI) menilai kenaikan pajak ketenagakerjaan telah mengurangi kemauan perusahaan secara keseluruhan untuk merekrut pekerja.

Kondisi tersebut tetap terjadi meskipun terdapat pengecualian pajak untuk sebagian pekerja yang berusia lebih muda.

Dengan demikian, meski jumlah NEET di Inggris kembali turun di bawah 1 juta pada kuartal II-2026, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan lebih banyak anak muda dapat masuk ke dunia kerja, pendidikan, maupun pelatihan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×