Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Porsche bersiap menghadapi periode penjualan yang lebih rendah dalam jangka panjang. Produsen mobil sport asal Jerman tersebut kini mengandalkan strategi “value over volume” dengan meningkatkan fokus pada model-model premium untuk memperbaiki margin keuntungan.
Mengutip Reuters, Rabu (7/10/2026), Porsche berencana menurunkan titik impas bisnisnya menjadi kurang dari 200.000 unit kendaraan. Angka tersebut jauh di bawah total pengiriman kendaraan Porsche pada tahun lalu yang mencapai 279.449 unit.
Strategi tersebut disiapkan ketika Porsche menghadapi tekanan dari melemahnya permintaan, tingginya biaya produksi, serta tantangan di sejumlah pasar utama. Sejak mencatatkan sahamnya di bursa pada 2022, pengiriman kendaraan Porsche secara global telah merosot hampir 10%.
Baca Juga: IMF Peringatkan 3 Ancaman Besar Ekonomi Global: Energi, Utang, dan AI
China menjadi salah satu sumber tekanan terbesar bagi Porsche akibat penurunan permintaan. Sementara itu, persoalan tarif di Amerika Serikat turut membebani kinerja di salah satu pasar penting bagi produsen mobil tersebut.
Dalam Capital Markets Day yang digelar di pusat pengembangan Porsche di Weissach, CEO Porsche Michael Leiters berupaya meyakinkan investor bahwa fokus pada kendaraan sport kelas atas seperti 911 serta SUV mewah dapat membantu perusahaan kembali meningkatkan profitabilitas.
Kinerja margin Porsche memang mengalami tekanan cukup tajam. Margin laba perusahaan anjlok menjadi hanya 1,1% pada tahun lalu.
Angka tersebut jauh dari target margin dua digit yang sebelumnya ingin dicapai Porsche dengan model bisnis premium ala Ferrari ketika perusahaan melantai di bursa empat tahun lalu.
Di sisi lain, Porsche juga tengah melakukan efisiensi tenaga kerja. Perusahaan menargetkan pengurangan sekitar 9.000 posisi hingga 2035 atau sekitar seperlima dari total tenaga kerjanya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan restrukturisasi yang lebih luas di industri otomotif Jerman.
Produsen mobil Eropa menghadapi persaingan dari kendaraan China berbiaya lebih rendah, sekaligus harus menanggung tingginya biaya transformasi menuju kendaraan listrik.
Baca Juga: AI Mengancam, HSBC Dikabarkan Pangkas Pekerja Wealth Management Inggris hingga 70%
Leiters juga mengubah arah strategi Porsche dengan kembali memberi ruang lebih besar bagi model bermesin pembakaran internal setelah perusahaan menghadapi sejumlah persoalan dalam pengembangan kendaraan listrik.
Selain mengandalkan model dengan margin tinggi, Porsche berencana menekan biaya pengembangan dengan meningkatkan penggunaan platform bersama dengan Audi, salah satu merek di bawah Volkswagen.
“Tujuan akhirnya adalah semakin memperkuat keunikan merek mobil sport kami, di seluruh lini model dan dengan model-model baru yang sangat diminati di segmen dengan margin sangat tinggi,” ujar Michael Leiters.
“Untuk saat ini, fokus utamanya adalah mengurangi biaya dan membuat perusahaan lebih kuat secara finansial,” lanjutnya.














