Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sejumlah kelompok maskapai penerbangan, pelaku bisnis, hingga industri perjalanan memperingatkan potensi kekacauan besar di sistem transportasi udara Amerika Serikat (AS) jika pemerintah membatasi atau menghentikan pemrosesan penerbangan internasional di sejumlah bandara utama.
Peringatan ini muncul setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengisyaratkan kemungkinan menghentikan layanan pemrosesan penumpang dan kargo internasional di Bandara Newark Liberty, New Jersey.
Kebijakan itu dikaitkan dengan perselisihan terkait penegakan aturan imigrasi di kota-kota suaka yang dinilai tidak bekerja sama dengan aparat federal.
Pejabat Homeland Security bahkan membuka opsi memperluas kebijakan tersebut ke lebih dari selusin bandara besar lain, termasuk di Boston, Denver, Philadelphia, Chicago, Los Angeles, Seattle, hingga San Francisco.
Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, Rekrutmen Mulai Melambat
Dalam pernyataan bersama pada Jumat (26/5/2026), sejumlah asosiasi besar seperti U.S. Chamber of Commerce, Airlines for America, National Retail Federation, dan U.S. Travel Association menilai langkah tersebut bisa memicu gangguan serius di seluruh jaringan penerbangan AS.
"Perubahan operasional di sejumlah kecil bandara utama akan dengan cepat merambat ke seluruh negara, berdampak pada penumpang, pengiriman kargo, rantai pasok, dan komunitas yang bergantung pada koneksi tersebut," demikian pernyataan bersama mereka.
Kelompok industri itu menegaskan bahwa sistem penerbangan internasional sangat saling terhubung. Gangguan di satu titik masuk utama saja, kata mereka, dapat langsung menciptakan efek domino secara nasional.
Potensi kerugian ekonomi dan dampak global
U.S. Travel Association memperkirakan, jika operasi penerbangan internasional dihentikan di 18 bandara kota suaka, dampak ekonominya bisa mencapai lebih dari US$ 70 miliar. Kebijakan itu juga berpotensi mengganggu sekitar 68 juta penumpang internasional per tahun.
Baca Juga: Trump Siapkan Keputusan Final soal Iran dan Selat Hormuz Hari Ini (29/5)
Di Bandara Newark saja, lebih dari 20.000 penumpang internasional tiba setiap hari, termasuk sekitar 14.000 warga negara AS.
"Penumpang domestik bisa mengalami pembatalan atau pengalihan penerbangan, sementara jutaan wisatawan asing akan menghadapi gangguan serupa," ujar asosiasi tersebut.
Selain itu, mereka menyoroti dampak reputasi internasional AS sebagai destinasi wisata, terutama menjelang gelaran Piala Dunia FIFA yang akan digelar dalam beberapa minggu ke depan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Final turnamen dijadwalkan berlangsung di East Rutherford, New Jersey, hanya sekitar 12 mil dari Bandara Newark.
"Kerusakan terhadap reputasi Amerika sebagai tujuan yang ramah akan signifikan dan bertahan lama," kata U.S. Travel Association.
Industri kargo udara juga memperingatkan dampak serius terhadap rantai pasok global. Barang-barang penting seperti farmasi dan semikonduktor disebut bisa terganggu jika jalur penerbangan internasional dibatasi.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia, Bandara Newark di New Jersey Meniadakan Petugas Imigrasi
Asosiasi Cargo Airlines menegaskan bahwa pengalihan rute kargo tidak bisa dilakukan tanpa konsekuensi ekonomi yang besar.
"Kargo udara tidak dapat dialihkan tanpa dampak ekonomi yang serius," tegas mereka.
Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait wacana tersebut. Namun, sejumlah eksekutif maskapai yang berbicara kepada Reuters menyebut mereka tidak memperkirakan kebijakan itu akan segera diberlakukan.
Sementara itu, pejabat Homeland Security sebelumnya menyatakan kekhawatiran terkait kurangnya kerja sama aparat lokal dalam mendukung penegakan imigrasi federal, termasuk akses petugas ke fasilitas penahanan di New Jersey.
Meski masih bersifat ancaman kebijakan, wacana pembatasan ini telah memicu kekhawatiran luas di sektor penerbangan, perdagangan, dan pariwisata, yang menilai stabilitas sistem transportasi udara AS bisa terguncang jika langkah tersebut benar-benar diambil.













